LANGIT7.ID - , Jakarta -
Kebaya merupakan warisan budaya Indonesia yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Karena itu, sudah saatnya busana khas Nusantara mendapat pengakuan dari badan dunia,
UNESCO, agar tetap lestari.
Terkait hal itu, para perempuan yang tergabung dalam Persatuan Ibu-Ibu Indonesia di Denmark (PERBUIN) bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Kopenhagen menggelar gathering dan
fashion show kebaya lengkap dengan kain batik, Sabtu (8/10/2022) lalu.
Baca juga: Tips Berkebaya bagi Muslimah Berhijab ala Jeny TjahyawatiPagelaran tersebut berlangsung di Ofelia Plads (seberang Opera House), Amalienborg Palace, dan Nyhavn, tempat-tempat ikonik di Kopenhagen.
"Kegiatan ini sebagai upaya mendukung gerakan Kebaya Goes to UNESCO," dalam keterangan yang diterima Langit7.id, Jumat (14/10/2022).
Sebelumnya, puluhan perempuan diaspora Indonesia yang bermukim di Kota Kopenhagen, Odense, dan Jylland, menggelar acara yang sama di pusat kota terbesar kedua Denmark, Arhus, memamerkan koleksi kebaya mereka.
Gerakan "Kebaya Goes to UNESCO" sendiri dipelopori oleh tradisikebaya.id yang sudah berlangsung sejak 9 Agustus hingga 9 Desember 2022 sebagai ikhtiar mendaftarkan kebaya sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ke UNESCO.
Baca juga: Pendaftaran Kebaya ke UNESCO, Jeny Tjahyawati: Gali Sejarah dan Ikut Kaidah IslamBanyak organisasi DWP dan masyarakat Indonesia di perantauan, para diaspora Indonesia seperti di Amerika Serikat dan kota besar di Eropa lainnya yang juga turut berpartisipasi untuk mendukung gerakan KEBAYA GOES TO UNESCO ini.
(est)