LANGIT7.ID, Jakarta - Selandia Baru dan Australia kompak bakal mengevakuasi warga negara
Afghanistan yang membantu pasukan kedua negara tersebut saat bertugas di negara tersebut. Hal tersebut diumumkan kedua negara pada, Senin (16/8/2021) waktu setempat.
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan, negaranya akan membantu warga Afghanistan beserta anggota keluarga untuk mengungsi dari Afghanistan. Terlebih, Ibu Kota Afghanistan, Kabul, berhasil diduduki Taliban, Ahad (15/8/2021).
Baca Juga: Biden Diminta Mundur usai Taliban Kuasai AfghanistanKabinet di Selandia baru setuju membantu 37 warga negara Afghanistan dan anggota keluarga dekat mereka yang bekerja untuk Pasukan Pertahanan Selandia Baru di Afghanistan. Ardern mengungkapkan pemerintahnya juga menawari 53 warga Selandia Baru di Afghanistan dukungan konsuler.
Ardern mengaku khawatir atas situasi yang memburuk di Afghanistan. Dia menggarisbawahi, pemerintahnya akan mencari cara untuk mendukung respons kemanusiaan di negara tersebut.
"Karena situasi di Afghanistan memburuk begitu cepat, maka pilihan kami hanya merespons dengan cepat," ungkapnya.
Sementara, Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan, sejak April sebanyak 430 warga Afghanistan yang bekerja dengan pasukan Australia dan keluarga mereka dimukimkan kembali di Australia. Morrison juga menekankan Canberra tidak berencana mengakui
Taliban secara bilateral.
Baca Juga: Kemenlu RI Matangkan Persiapan Evakuasi WNI di Afghanistan"Kami masih terus mengevakuasi orang-orang Afghanistan. Namun saya tidak bisa memberikan rinciannya secara operasional," kata Morrison ketika diwawancarai
Sky News.
"Kita sedang menghadapi situasi yang sangat berbahaya dan sangat menyedihkan di Afghanistan," ungkapnya. (Sumber:
Anadolu Agency)
Baca Juga:
AS Kirim 5.000 Tentara Evakuasi Staf Kedutaan dari Afghanistan
Taliban Ambil Alih Istana, Presiden Ashraf Ghani Melarikan Diri(asf)