Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 31 Agustus 2026
home global news detail berita

Mengenal Efek Samping Etilen Glikol, Buruk bagi Kesehatan?

mahmuda attar hussein Ahad, 23 Oktober 2022 - 17:00 WIB
Mengenal Efek Samping Etilen Glikol, Buruk bagi Kesehatan?
Mengenal Efek Samping Etilen Glikol, Buruk bagi Kesehatan. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengehentikan sementara edaran obat jenis sirop karena mengandung cemaran zat Etilen Glikol (EG). Benarkan ada efek buruknya?

Toksisitas EG disebut menjadi penyebab utama meningkatnya kasus gangguan ginjal akut pada anak selama satu bulan terakhir.

Diketahui, industri obat sudah pasti tidak akan menggunakan EG karena toksisitasnya. Meski demikian, cemaran EG bersifat impurities, dari propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, dan gliserin.

Baca Juga: Bahaya Dietilen Glikol dan Etilen Glikol, Resmi Dilarang Beredar

Umumnya, EG ditemukan di berbagai keperluan rumah tangga dan industri, seperti pasta gigi, deterjen, cat, dan kosmetik. EG merupakan bahan kimia yang tidak berwarna, tidak berbau, dan rasanya manis.

Melansir dari laman resmi ST Luke Hospital, Ahad (23/10/2022) gejala pertama konsumsi EG mirip dengan setelah minum alkohol (etanol). Dalam beberapa jam, efek yang lebih beracun menjadi jelas.

Seseorang mungkin termasuk mual, muntah, kejang-kejang, pingsan (penurunan tingkat kewaspadaan), atau bahkan koma.

Toksisitas EG dapat merusak otak, paru-paru, hati, dan ginjal. Keracunan menyebabkan gangguan tubuh, termasuk asidosis metabolik. Gangguannya cukup parah dan menyebabkan syok mendalam, kegagalan organ, dan kematian. Sedikitnya, 120 mililiter (sekitar 4 ons cairan) EG dapat menyebabkan kematian pada seseorang.

Diagnosis toksisitas EG dapat dilakukan melalui kombinasi darah, urin, dan tes lain seperti analisis gas darah arteri, panel kimia dan studi fungsi hati, rongent dada hitung darah lengkap (CBC), CT scan, EKG (elektrokardiogram, atau pelacakan jantung), serta osmolalitas.

Tes tersebut menunjukkan peningkatan kadar EG, gangguan kimia darah, dan kemungkinan tanda-tanda gagal ginjal dan kerusakan otot atau hati.

Orang yang keracunan EG perlu dirawat di unit perawatan intensif (ICU) rumah sakit dengan pemantauan ketat. Mesin pernapasan (respirator) juga diperlukan.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 31 Agustus 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:57
Ashar
15:14
Maghrib
17:56
Isya
19:05
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan