LANGIT7.ID, Jakarta - Banyak orang kerap membandingkan nasib mereka dengan orang lain, setelahnya mereka harus
bersyukur dengan berbagai nikmat yang Allah SWT berikan kepadanya itu.
Ustadz Abdurahman Al Habsyi mengatakan, cara bersyukur yang baik yaitu bandingkan nasib dengan orang yang lebih di bawah, bukan yang di atasnya.
"Karena ketika seseorang yang selalu memandang di atasnya, akan menipis nilai syukurnya. Bahkan akan meningkat nilai pesimisnya. Tetapi ketika dia melihat di bawahnya dia akan bersyukur ternyata dia masih lebih baik nasibnya daripada orang yang di bawahnya," ujar Ustadz Rahman kepada
Langit7, Rabu (26/10/2022).
Baca Juga: Cara Sujud Syukur sesuai Contoh dari Nabi Muhammad SAWRasulullah SAW pernah bersabda yang artinya, "Lihatlah orang yang berada di bawahmu dan jangan melihat orang yang berada di atasmu, karena yang demikian itu lebih patut, agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu," (HR Bukhari dan Muslim).
Dia lalu memberikan contoh orang yang menjadi pesimis ketika membandingkan nasibnya terdapat orang lain yang lebih diatasnya.
"Jadi ketika dia memiliki rumah yang ukurannya 100 meter persegi, dia melihat orang yang rumahnya mungkin cuma 70 atau cuma 50 meter persegi, tetapi kalau dia lihat orang yang punya rumah yang 500 meter persegi maka dia pasti akan menjadi orang yang mungkin pesimis kecil hati dan kurang bersyukur karena dia merasa rumahnya begitu kecil dibandingkan dengan tetangganya yang ternyata rumahnya yang ternyata 500 bahkan 100.000 meter," katanya.
Lebih lanjut, Ustadz Rahman berkata bersyukur dengan membandingkan nasib orang lain, berbeda dengan bahagia diatas penderitaan orang lain.
"Tidak, sebab kalau bahagia di atas penderitaan orang lain itu adalah orang ketika dia mendapatkan kebahagiaan itu dengan cara menindas orang lain atau menzalimi orang lain," pungkasnya.
(bal)