LANGIT7.ID, Jakarta - Pendakwah Buya Yahya mengatakan, mendirikan salat wajib lima waktu secara rutin dapat membersihkan dosa-dosa seorang mukmin. Perumpamaan ini seperti tengah berada di sungai air bersih yang alirannya menghanyutkan seluruh dosanya.
Hal tersebut Buya kutip seperti yang tertuang dalam hadis, Rasulullah SAW bersabda:
أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ، يَغْتَسِلُ فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسًا، مَا تَقُولُ ذَلِكَ يُبْقِى مِنْ دَرَنِهِ. قَالُوا لاَ يُبْقِى مِنْ دَرَنِهِ شَيْئًا . قَالَ «فَذَلِكَ مِثْلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ ، يَمْحُو اللَّهُ بِهَا الْخَطَايَا»
“Tahukah kalian, seandainya ada sebuah sungai di dekat pintu salah seorang di antara kalian, lalu ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali, apakah akan tersisa kotorannya walau sedikit?” Para sahabat menjawab, “Tidak akan tersisa sedikit pun kotorannya.” Beliau berkata, “Maka begitulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapuskan dosa.” (HR Bukhari nomor 528 dan Muslim nomor 667).
"Dosa-dosa kesalahan itu akan bersih dengan salat lima waktu. Jika engkau tekuni mandi lima kali (salat fardhu) maka akan bersihlah dirimu," kata Buya dalam ceramahnya dikutip di kanal Al-Bahjah TV, Selasa (8/11/2022).
Baca Juga: Abdurrahman Al-Gonzaga, Masuk Islam karena Kagum Kebaikan MuslimLebih lanjut, pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah ini menjelaskan bahwa dosa yang dimaksud adalah dosa kecil. Jika ingin dosa besar terhapus, maka diharuskan untuk bertaubat.
Akan tetapi Buya juga mengingatkan agar tidak meremehkan perbuatan yang menimbulkan dosa kecil. Karena pada dasarnya hal yang memicu dosa besar berawal dari perbuatan dosa kecil.
"Tapi ingat, dosa kecil itu akan jadi besar jika kita remehkan," ujarnya.
Buya pun menegaskan, setiap orang pasti pernah berbuat salah dan berdosa. Karena itu, dengan rutin mendirikan salat lima waktu dapat menghapuskan dosa-dosa yang pernah dilakukan.
"Lakukan salat untuk menghapus kekotoran mata kita, lisan kita, dan telinga kita," ucapnya.
(zhd)