LANGIT7.ID, Jakarta - Islam merupakan agama yang memudahkan dan melarang sikap berlebih-lebihan. Jika tidak mampu melaksanakan suatu ibadah, maka tidak boleh memaksakan diri. Dalam istilah syariah disebut takalluf. Takalluf berarti membuat suatu pekerjaan yang melebihi batas kemampuan dan kekuatan.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَخْر رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مَنْ قَبْلَكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلاَفُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ
Dari Abu Hurairah RA berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Apa yang aku larang hendaklah kalian menjauhinya, dan apa yang aku perintahkan maka lakukanlah semampu kalian. Sesungguhnya, binasanya orang-orang sebelum kalian adalah karena mereka banyak bertanya dan karena penentangan mereka terhadap para nabi mereka.” (HR Bukhari dan Muslim)
Baca Juga: 2 Surat Al Quran yang Bisa Memudahkan Berbagai Kesulitan
Putra KH Maimoen Zubair, KH Muhammad Idror MZ, mencontohkan larangan takalluf itu juga terlihat dari kewajiban ibadah haji. Haji merupakan kewajiban bagi seorang muslim dan menjadi salah satu rukun Islam. Namun, kewajiban itu hanya dibebankan kepada orang yang sehat badan dan sehat ekonomi.
وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلً
“Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana.” (QS Ali Imran: 97)
Rukun Islam ada lima. Dimulai dari syahadat, shalat, zakat, puasa, dan disempurnakan dengan haji. Haji berarti berkunjung ke ka'bah untuk melaksanakan ibadah haji di tempat tersebut. Tapi, hanya untuk orang-orang yang mampu saja.
“Agama Islam adalah agama yang realistis, agama yang wajar, agama yang tidak suka ada bentuk takalluf (memaksakan diri). Takalluf itu agama tidak ingin manusia terlalu memaksakan diri. Agama mentolerir, jangan terlalu memaksakan diri untuk melakukan hal-hal yang sulit terjadi,” kata KH Muhammad Idror saat memberikan tausiah di Pesantren Al-Anwar Sarang, di kanal YouTube PP Al-Anwar Sarang, dikutip Sabtu (26/11/2022).
Baca Juga: Gus Baha: Rumus Istiqamah Paling Mudah Adalah Berdasarkan Ilmu
Imam Nawawi dalam Kitab Riyadhus Shalihin bahkan membuat bab khusus tentang takalluf dengan judul larangan takalluf (bersusah-susah payah melakukan atau mengatakan sesuatu yang tidak ada manfaatnya).
Dalam bab tersebut, Imam Nawawi menukil Surah Shad ayat 86. Allah berfirman, “Katakanlah (hai Muhammad), “Aku tidak meminta upah sedikitpun padamu atas dakwahmu dan bukanlah aku termasuk orang-orang takalluf.”
Dari Umar bin Khattab RA berkata:
نُهِينَا عَنِ التَّكَلُّفِ
“Kami dilarang dari takalluf.” HR Bukhari)
(jqf)