LANGIT7.ID, Jakarta - Sejumlah anak-anak di Indonesia belum mendapatkan imunisasi secara lengkap bahkan tidak sama sekali sejak lahir. Padahal, imunisasi menjadi penting agar anak tidak mudah tertular penyakit berbahaya.
Munculnya kasus Polio di Aceh harusnya menjadi pengingat para orang tua untuk segera memberikan imunisasi lengkap pada anak. Pasalnya, ada sejumlah penyakit termasuk Polio, yang tak bisa diobati tapi dapat dicegah dengan imunisasi.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengubah konsep 'imunisasi dasar lengkap' menjadi 'imunisasi rutin lengkap'. Hal ini terdiri dari imunisasi dasar dan lanjutan.
Baca Juga: KLB Polio, Ingatkan Orang Tua Pentingnya Vaksinasi AnakImunisasi dasar saja dirasa tidak cukup sehingga diperlukan imunisasi lanjutan untuk mempertahankan tingkat kekebalan optimal. Adapun pemberian imunisasi disesuaikan dengan usia anak.
Untuk imunisasi dasar lengkap, bayi berusia kurang dari 24 jam diberikan imunisasi Hepatitis B (HB-0), usia 1 bulan diberikan (BCG dan Polio 1), usia 2 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 1 dan Polio 2), usia 3 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 2 dan Polio 3), usia 4 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 3, Polio 4 dan IPV atau Polio suntik), dan usia 9 bulan diberikan (Campak atau MR).
Lalu imunisasi lanjutan, bayi di bawah dua tahun (Baduta) usia 18 bulan diberikan imunisasi (DPT-HB-Hib dan Campak/MR). Sedangkan untuk kelas 1 SD diberikan (DT dan Campak/MR), kelas 2 dan 5 SD wajib mendapatkan Td.
Vaksin HB diberikan untuk mencegah penyakit Hepatitis B yang dapat menyebabkan pengerasan hati lalu berujung pada kegagalan fungsi hati dan kanker. Sementara imunisasi BCG diberikan guna mencegah penyakit tuberkulosis.
Baca Juga: Imunisasi dan Perilaku Hidup Bersih, Kunci Pencegahan Polio Lewat FesesSelanjutnya, diberikan imunisasi Polio tetes 4 kali pada usia 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan untuk mencegah lumpuh layu. Imunisasi polio suntik pun diberikan 1 kali pada usia 4 bulan agar kekebalan terbentuk sempurna.
Penting pula imunisasi campak untuk mencegah penyakit campak dan rubella. Campak dapat mengakibatkan radang paru berat (pneumonia), diare, bahkan menyerang otak.
Rubella pada anak merupakan penyakit ringan, tapi apabila menular ke ibu hamil, terutama pada periode awal, dapat berakibat keguguran atau bayi dilahirkan menderita cacat bawaan.
Vaksin DPT-HB-HIB diberikan guna mencegah 6 penyakit, yakni Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B, serta Pneumonia (radang paru) dan Meningitis (radang selaput otak) yang disebabkan infeksi kuman Hib.
Baca Juga:
Temukan 1 Kasus, Kemenkes Ungkap Alasan Dibalik KLB Polio
Ditetapkan Jadi KLB, Kenali Gejala Polio hingga Cara Pencegahannya(gar)