Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 01 Mei 2026
home sosok muslim detail berita

Joel Hayward, Mualaf yang Dinobatkan sebagai Muslim Berpengaruh Dunia

nursalam Kamis, 01 Desember 2022 - 19:34 WIB
Joel Hayward, Mualaf yang Dinobatkan sebagai Muslim Berpengaruh Dunia
Prof. Joel Hayward dinobatkan sebagai satu dari 500 muslim berpengaruh di dunia. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID - , Jakarta - Sejarawan berkebangsaan Selandia Baru, Profesor Joel Hayward dinobatkan sebagai satu dari 500 muslim berpengaruh di dunia. Pengakuan tersebut didapatkan Hayward, yang seorang mualaf, atas kontribusinya dalam penelitian tentang Islam.

Bahkan, bukunya yang berjudul “The Leadership of Muhammad: A Historical Reconstruction” dinobatkan sebagai buku non-fiksi internasional terbaik dalam penghargaan Sharjah International Books Awards.

Baca juga: Ansu Fati: Keyakinan pada Islam Membawa Kesembuhan

“Ketika saya mendapat email dan dinobatkan sebagai salah satu muslim yang memiliki pengaruh terhadap dunia di bidang publikasi, saya merasa sangat kaget dan menganggap hal itu merupakan candaan,” imbuh Hayward.

“Saya merupakan sejarawan. Dan kami sebagai seorang sejarawan, tidak menyangka bahwa orang-orang akan membaca buku kami. Serta buku tersebut membawa pengaruh terhadap mereka yang membacanya. Di sisi lain, kami ditempatkan diantara orang-orang berpengaruh, yang mana hal tersebut merupakan sesuatu di luar imajinasi," tambahnya.

Lalu, siapakah Profesor Joel Hayward? Bagaimana dia menemukan Islam?

Lahir di Selandia Baru, Hayward lahir dari orang tua yang berprofesi sebagai tentara. Karena itu, Hayward memiliki minat dalam meneliti tentang peperangan.

Dari minat itu, Hayward menempuh pendidikan kemiliteran hingga meraih gelar doktor dan menjadi dosen di salah satu universitas di Selandia Baru.

Baca juga: Kisah Nasser Jaber, Donasikan 6.000 Makanan Halal untuk Imigran di Amerika Serikat

Setelah mengajar cukup lama, Hayward memutuskan untuk bermigrasi ke Inggris dengan tujuan melanjutkan pendidikan dan menulis buku tentang sejarah militer.

Saat peristiwa 9/11 pada 11 September 2001, seorang militer senior menyarankannya untuk menyelidiki peristiwa tersebut. Hal itu berdasarkan dugaan adanya militerisme dalam peristiwa tersebut.

Berawal dari sini sang profesor tertarik mendalami agama Islam. Bahkan ia mengambil kelas khusus untuk mempelajari bahasa Arab, agar dapat memahami kitab suci umat Islam, Al-Qur’an.

Selama mempelajari bahasa Arab dan Al-Qura’n selama 2 dekade, ia pun memutuskan untuk menjadi seorang muslim.

“Ketika peristiwa 9/11 terjadi saya memutuskan mempelajari agama Islam dan menyadari bahwa berita yang disiarkan oleh media-media kala itu dan perkataan-perkataan yang dilontarkan oleh pihak pemerintah tidak memiliki kebenaran. Karena selama saya mempelajari serta meneliti agama Islam dalam kurun waktu yang cukup lama, saya melihat Islam sebagai agama yang tidak memiliki kekejaman,” ujar Hayward, dilansir dari The National News, Kamis (1/12/2022).

Baca juga: Abdur Rahman Blauvelt Dirikan Crowdfunding Muslim karena Ikuti Kata Hati

Hingga dalam perjalanannya mempelajari agama Islam, Hayward memutuskan menjadi mualaf. Dia juga menulis beberapa buku terkait sejarah Islam, dengan karya terbaru berjudul “The Warrior Prophet: Muhammad and War”.

Dalam menulis buku tersebut, Hayward menghabiskan waktu hingga satu dekade. Dia mengatakan, Nabi Muhammad Saw memiliki kemampuan sebagai seorang diplomat dan wawasan tentang apa yang dipikirkan oleh orang lain.

Profesor Hayward menyimpulkan, selama perjalanan spiritualnya, Islam merupakan agama yang memiliki kekuatan untuk mempersatukan masa sekarang dan rasa kekeluargaan yang luarbiasa. Sebab Islam tidak melihat latar belakang seseorang, meskipun setiap rekan se-agama memiliki latar belakang yang berbeda-beda.

“Satu hal tentang Islam, agama ini melampui ras, etnis, serta mengikat kita tanpa memandang latar belakang seseorang dan terlepas dari status sosial ekonominya,"

"Kita dapat melihatnya ketika mengunjungi Masjid. Di sana semua orang memiliki latar belakang yang berbeda-beda, namun memiliki satu tujuan yang sama yaitu ibadah dan berdoa. Itulah salah satu daya tarik Islam," tutup Hayward.

Baca juga: Kisah Inspiratif Atlet Mo Farah, Sempat Dijual Sebagai ART di Inggris

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 01 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:50
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)