Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 23 Mei 2026
home lifestyle muslim detail berita

Cinta dalam Islam, Naluri Alami yang Tak Bisa Dibuang

Fifiyanti Abdurahman Kamis, 08 Desember 2022 - 13:12 WIB
Cinta dalam Islam, Naluri Alami yang Tak Bisa Dibuang
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Naluri berkasih sayang tak bisa lepas dalam ajaran Islam. Karenanya jika Anda saat ini sedang merasakan ketertarikan atau rasa cinta, itu bukan merupakan sesuatu yang dilarang. Hal ini diungkapan oleh Motivator Muslim sekaligus penulis buku, Ustazah Floweria.

"Justru dalam Islam rasa cinta merupakan fitrah atau naluri alami yang tidak bisa di buang. Jangan sampai kita berpikir Islam itu urusannya hanya ibadah, masalah akhlak dan lainnya. Itu sebenarnya betul, tetapi di dalam Islam pun berbicara tentang bagaimana mengelola rasa atau perasaan cinta tersebut," ujar Ustazah Floweria Kajian bertajuk Belajar Mencintai Seperti Rasulullah Saw dan Khadijah, Rabu (7/10/2022).

Baca juga: Tanda Kasih Sayang Allah adalah Kuatkan Hati Hamba-Nya

Menurut penulis buku bertajuk The Sparkling Ladies: Muslimah Hijrah Role Model itu rasa cinta merupkan rasa yang Allah berikan kepada semua makhluk hidup, baik manusia maupun hewan.

"Kita bisa lihat induk hewan, segalak apapun hewan itu ketika melahirkan dia pasti anak menyayangi anaknya. Apalagi kita sebagai manusia makhluk yang Allah ciptakan paling sempurna diantara makhluk lainnya," katanya.

"Perasaan cinta yang salah melainkan yang harus dipahami bagaimana Anda merespons untuk mencintai dan pastikan ketika mencintai sesuai dengan kodratnya," tambah Ustazah Floweria.

Lebih lanjut, dia menjelaskan urutan dalam mencintai yang sesuai kodrat. Pertama adalah cinta kepada Allah SWT. Menurut dia, itu merupakan pondasi mutlak dalam mencintai sesuatu. Bahkan mencintai orang tua sendiri tidak boleh melebihi cinta kepada Allah.

Baca juga: Bentuk Kasih Sayang, Ini Manfaat Cium dan Peluk Anak Anjuran Rasulullah

Kedua, cinta kepada Rasulullah Saw. Hal ini dilakukan dengan cara berusaha semaksimal mungkin mengamalkan sunnah-sunnahnya. Ketiga, cinta kepada orang tua. Amalan terbaik setelah salat tepat waktu adalah berbakti kepada kedua orang tua.

Keempat, cinta kepada pasangan yang halal. Artinya pasangan yang sudah terikat dengan pernikahan. Tidak ada yang namanya ending atau akhir dari hubungan dua orang yang katanya saling mencintai, kecuali hanya dengan pernikahan.

Kelima, cinta kepada sesama muslim. Berdasarkan akidah maka kita menyebutkan dengan ukhuwah Islamiyah, yakni suatu konsep persaudaraan antar umat muslim. Keenam, cinta kepada sesama manusia. Artinya mencintai tanpa melihat agama, latar belakang, warna kulit dan lainnya, Anda tetap wajib bermuamalah dengan cara yang baik.

"Ingat Islam itu tidak hanya mengatur hubungan hanya kepada Allah tetapi juga secara kemanusiaan," tuturnya.

Baca juga: Syaikh Abdullatif: Jaga Nilai Luhur Islam sebagai Agama Penuh Kasih Sayang

Terakhir, cinta kepada harta benda atau jabatan. Ustazah Floweria mengingatkan jangan sampai yang ini lompat ke nomor satu Artinya terlalu mencintai harta atau mengejar dunia sehingga Allah yang menjadi landasan dalan mencintai tersingkirkan.

"Jadi pastikan kita mencintai sesuatu dengan urutan yang benar sehingga apa yang kita perjuangkan, apa yang kita korbankan tidak sampai membuat kita lalai atau bahkan membuat Allah murka dengan apa yang kita lakukan," cetusnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 23 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)