LANGIT7.ID, Jakarta - Rasulullah menganjurkan umatnya untuk
bersiwak. Siwak digunakan ketika akan melaksanakan ibadah salat 5 waktu, termasuk sunnah sebelum ke masjid di
hari Jumat.
Penceramah,
Buya Yahya menjelaskan bersiwak adalah membersihkan mulut, khususnya gigi, dengan alat yang kasar.
Sunnah Rasulullah SAW ini juga berlaku bagi mereka yang sudah tak mempunyai gigi.
"Siwak itu apa pun yang kasar dan apapun yang kasar bisa kita gunakan untuk bersiwak," ujar dia dikanal YouTubenya, Jumat (9/12/2022).
Baca Juga: Sunnah Rasulullah, Ini 3 Manfaat Bersihkan Gigi dengan SiwakBahkan, bersiwak juga bisa dilakukan dengan kain bersih yang diseka ke bagian gigi. Sebab, pada dasarnya bersiwak adalah membersihkan gigi dengan alat yang kasar.
Namun, lanjut dia, siwak yang paling baik adalah yang seperti dilakukan Nabi Muhammad SAW. Rasulullah bersiwak dengan menggunakan kayu arak.
"Kemudian siwak disunnahkan saat kita akan melakukan salat, membaca hadis, wudhu, dan bangun tidur," jelasnya.
Adapun ukuran siwak yang baik adalah tidak lebih panjang dari satu jengkal, tidak lebih pendek dari empat jari, tadi lebih tebal dari jempol, dan tidak lebih kecil dari kelingking.
Baca Juga: Dianjurkan Rasulullah SAW, Ini Manfaat Siwak untuk Kesehatan Mulut"Sementara cara memegangnya adalah jari kelingking dan jempol di bagian bawah siwak, sedangkan tiga jari lainnya menahan di atas siwak," ujarnya.
Pengasuh LPD dan Pondok Pesantren Al Bahjah ini juga menambahkan, menggunakan siwak di mulai dari bagian tengah gigi, kemudian ke bagian kanan bawah, dilanjutkan ke kanan atas gigi, serta yang terakhir bagian kiri gigi.
"Bersiwak adalah sunnah, maka biasakan menggunakan siwak, terutama ketika hendak ibadah," tambahnya.
(bal)