Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Peran Perempuan dalam Islam, Ustadzah Aisah: Banyak dan Multi Peran

Fifiyanti Abdurahman Kamis, 15 Desember 2022 - 20:41 WIB
Peran Perempuan dalam Islam, Ustadzah Aisah: Banyak dan Multi Peran
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Setiap orang yang diciptakan Allah SWT memiliki peran tersendiri dalam hidupnya, termasuk perempuan. Lantas, apa aja peran perempuan dalam Islam?

Penceramah inspiratif, Ustazah Aisah Dahlan mengatakan peran perempuan yang di jelaskan dalam sejarah peradaban Islam sangat banyak dan multi peran.

Adapun perannya, seperti penanggung jawab rumah tangga maka itu diistilahkan sebagai ummu warobatul bayt. Kemudian, perempuan adalah pendidik atau sekolah pertama bagi buah hatinya (madrasatul uwla).

Baca juga: Makanan Terbaik saat Shift Malam, Jangan Banyak Karbohidrat

Lalu, perempuan dalam Islam diminta untuk gencar melakukan amar makruf nahyi munkar. Bahkan muslimah pun tak sungkan untuk menyampaikan koreksi terhadap penguasa atau muhasabah lil hukam.

"Jadi peran perempuan dalam sejarah memang luar biasa dan multi peran. Namun memang pada laki-laki dan perempuan, ini harus dibetulkan bahwa Islam datang untuk menyetarakan peran laki-laki dan perempuan," ujar Ustazah Aisah dalam diskusi bertajuk Working Mom's Life Balance, Kamis (15/12/2022).

Dalam surat At-Taubah ayat 71, "Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana." (QS. At-Taubah: 71).

Menurut dia, ayat ini sebagai dasar bahwa sebetulnya laki-laki dan perempuan betul-betul setara.

"Karena sebelum Islam datang perempuan sangat menderita dan derajat perempuan sangat rendah. Terpenting tadi, terutama buat keluarga muslim mendirikan salat, menunaikan zakat dan mentaati Allah dan rasulnya maka laki-laki dan perempuan ini Allah berikan Rahmat. Inilah wujud dari sebuah keperkasaan atau maha perkasanya Allah dan maha bijaksananya Allah," katanya.

Namun terdapat syarat-syarat bila perempuan sudah menjadi istri. Jadi jika istri keluar rumah untuk bekerja dan berorganisasi, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Pertama, mendapatkan izin dari suami. Harus diingat izin dan memberitahu merupakan dua hal yang berbeda.

Baca juga: Umat Islam Boleh Terima Hadiah, Termasuk Bingkisan saat Natal

"Kerap kali para istri merasa sudah izin dengan suami padahal itu hanya memberitahu , misal 'mas aku besok ke Bandung', itu memberitahu. Hati-hati para istri kalau izin itu harus ada kalimat 'mas aku diajak ke Bandung, bolehkah?'," jelas penulis buku Maukah Jadi Orang Tua Bahagia?.

Kedua, mengurus urusan rumah tangga. Para istri harus ingat, sebelum bepergian pastikan urusan rumah tangga sudah diselesaikan. Ini tidak boleh ditinggalkan.

Ketiga, kenakan pakaian secara syar'i jika keluar rumah. Keempat, aman dari fitnah. Karenanya harus dicek kembali apakah ada teman perempuannya atau mahramnya ketika bepergian bersama.

Kelima, pekerjaan yang menolong banyak orang. Ustadzah Aisha berkata jika istri berkegiatan keluar rumah usahankan yang dilakukan manfaatnya jauh lebih banyak.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)