Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 30 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Mush'ab bin Umair, Duta Islam Pertama Pilihan Rasulullah SAW

Fifiyanti Abdurahman Sabtu, 17 Desember 2022 - 07:03 WIB
Mush'ab bin Umair, Duta Islam Pertama Pilihan Rasulullah SAW
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Mush'ab Bin Umair adalah salah sahabat Nabi yang paling terbaik sehingga sangat tepat dijadikan sebagai role model atau panutan.

Sahabat bernama lengkap Mush'ab Bin Umair bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Abdu Dar bin Qushaybin Kilab al-Qurasyi itu merupakan anak muda yang usianya selisih 15-17 tahun dari Rasulullah SAW.

Dia masih dalam kerabat dekat Rasulullah sebab ia juga berasal dari keturunan Bani Hasyim. Hanya saja Mush'ab dari Bani Abdu Dar sementara Rasulullah dari Abdullah bin Abdul Muththalib sehingga disebut juga Bani Abdul Muththalib.

Baca juga: Hikmah dari Sahabat Rasulullah yang Buta, Pantang Salat di Rumah

Mush'ab bin Umair berasal keluarga terpandang yang dulu tugasnya sebagai pemegang kunci Kakbah. Jadi di Mekah setiap suku memiliki tugas yang berbeda, ada yang memegang air zam-zam, mengganti kain dan memegang kunci Kakbah juga bendera perang.

Karena memiliki keluarga kaya, Mush'ab bin Umair sejak muda menjadi anak yang sangat dimanja oleh orang tua, sehingga membuatnya banyak gaya.

Dalam beberapa riwayat dia disebut sebagai anak muda yang paling tampan di zamannya. Setelah diteliti oleh para sejarawan, mereka menemukan beberapa riwayat bahwa Mush'ab bin Umair secara fisik mirip dengan Rasulullah SAW.

"Jadi kalau kita mau membayangkan bagaimana tampannya Mush'ab bin Umair, dia ini mirip Rasulullah dan seperti kita tahu Rasulullah adalah sebaik-baik mahluk. Dia diberikan setengah keindahan seperti Nabi Yusuf AS. Jadi Mush'ab sudah ganteng, kaya lagi," ujar Founder Muda Community Ustaz Muhammad Elvandi dalam kajian bertajuk Mus'ab Bin Umair Adalah Influencer Terbaik Sepanjang Zaman, Jumat (16/12/2022).

Sejak muda Mush'ab bin Umair sudah menjadi orang yang luar biasa. Lalu ketika Rasulullah SAW datang dengan ajaran Islam di usia 40 tahun, Mush'ab bin Umair termasuk di antara anak muda yang berhasil ikut dengan dakwah Rasulullah di awal-awal. Ketika itu usianya sekitar 23 tahun.

Baca juga: Para Pemuda Istimewa, Sahabat Rasulullah yang Beriman Sejak Muda

Mush'ab bin Umair dapat dikatakan sebagai salah satu pionir dalam Islam. Ketika, orang-orang banyak yang menolak, memusuhi Nabi Muhammad dan bahkan ketika Islam belum disampaikan ke publik, Mush'ab bin Umair sudah ikut sebagai pionir dakwah yang disebut Assabiqunal Awwalun, yakni orang-orang yang masuk Islam di generasi awal.

"Mush'ab bin Umair memang tidak selevel dengan Abu Bakar, dan Ali bin Abi Thalib tetapi dijajaran para sahabat dia termasuk di jajaran yang paling tinggi karena disebutkan sebagai Assabiqunal Awwalun," katanya.

Mush'ab bin Umair termasuk salah satu orang yang masuk Islam ketika semua orang menolak.

Suatu ketika Mush'ab bin Umair ketahuan oleh mata-mata masuk ke rumah salah satu sahabat dan mengikuti ibadah umat Islam bersama Rasulullah SAW.

Hal ini membuatnya diinterogasi dan dipenjara oleh orang tuanya ketika pulang ke rumah. Bahkan, ia sampai di usir. Mush'ab bin Umair diancam tidak akan mendapatkan warisan sehingga membuatnya jatuh miskin.

Khalid Muhammad Khalid dalam bukunya Biografi 60 Sahabat Rasulullah S.A.W menjelaskan bahwa ibu dari Mush'an bin Umair dengan penuh emosi berkata,

Baca juga: Dikenal Tegas dan Pemberani, Umar bin Khattab Diam Ketika Dimarahi Istrinya

"Demi bintang, sekali-kali aku takkan pernah masuk ke dalam agamamu. Sungguh otakku bisa menjadi rusak dan akalku akan dianggap lemah".

"Bertahun-tahun dia (Mush'ab bin Umair hidup dengan sangat miskin di Mekkah karena dia sudah masuk Islam. Dan tidak mau menuruti keinginan keluarganya untuk meninggalkan Islam makanya ia hidup jadi miskin," lanjut Ustaz Elvandi.

Setelahnya, Mush'ab bin Umair mendampingi Rasulullah SAW selama bertahun-tahun dalam berdakwah. Ketika masuk tahun ke 5 dan 6, Rasulullah SAW memutuskan mengirimkan sebagian sahabat hijrah ke Habasyah (daerah yang cukup jauh di Etiopia) untuk meneruskan kehidupan Islam. Mush'ab bin Umair adalah rombongan pertama bersama Utsman bin Affan.

Ustaz Elvandi menyimpulkan Mush'ab bin Umair sejak awal memilih kehidupan yang berat sebagai pengikut Nabi Muhammad daripada hidup enak dengan keluarganya.

"Sehingga modal seorang da'i itu harus terlihat sebelum dia sukses. Sebelum itu mau tidak mau dia memiliki jalan dakwah yang berat dan miskin akan fasilitas. Mush'ab bin Umair sudah menunjukkan kualitas sebelumnya. Ditugaskan oleh tugas-tugas yang besar dari Rasulullah ketika diperintahkan untuk hijrah ke Habasyah bersama Utsman bin Affan," tuturnya.

Baca juga: Cara Ahlussunnah Memandang Tragedi Terbunuhnya Sayyidina Husein

Dia berangkat ke sana dengan kondisi yang sangat sulit, walaupun pada akhirnya setelah beberapa bulan umat Islam yang hijrah ke Habasyah ditarik oleh Rasulullah SAW untuk kembali ke Mekkah.

Ketika Rasulullah diangkat menjadi nabi di tahun ke 11, pertumbuhan umat Islam menjadi mandek, jumlahnya tidak bertambah. Sampai Allah SWT memberikan beberapa rombongan yang masuk Islam dari suku Khazraj Madinah.

"Rombongan yang jumlahnya enam orang ini tiba-tiba saja dipertemukan dengan Rasullullah dan ditawarkan Islam kemudian mereka mau," tutur dia.

Setelah masuk Islam mereka pulang ke Madinah sambil meminta satu orang yang menjadi wakil Rasulullah SAW untuk mengajarkan mereka Islam.

Nabi Muhammad SAW lantas memilih Mush'ab bin Umair dan mengutusnya ke Madinah untuk berdakwah Islam.

"Ternyata pilihan itu cukup tepat, karena ternyata di Madinah itu tantangannya berat. Seorang da'i itu akan menghadapi kaum yang pemahaman Islamnya nol. Mereka juga dipenuhi para tokoh terhormat yang banyak gengsinya, dan orang yang resistensi dengan
orang asing. Maka Rasulullah SAW harus memilih seorang influencer yang mampu mempengaruhi manusia. Dan Mush'ab bin Umair orangnya," jelas Intelektual Muslim Al-Azhar & Manchester University itu.

Baca juga: Sosok Sahabat Nabi Abu Bakar, Lakukan Kebaikan Sembunyi-Sembunyi

Ustaz Elvandi lantas merangkum karakteristik Mush'ab bin Umair sehingga membuatnya terpilih sebagai wakil Rasulullah SAW dalam menyebarkan dakwah Islam ke Madinah.

Pertama, dia adalah pemuda berusia 35 tahun, usia awal kematangan seorang laki-laki. Kemudian, dia adalah seorang ulama dan mujtahid yang memiliki sifat yang sabar, tawadhu, dan kharismatik.

Karakteristik selanjutnya, Mush'ab bin Umair ialah seorang bangsawan Bani Abdu Dar yang kaya dan memiliki wibawa. Selain itu, Mush'ab bin Umair memiliki strata sosial yang bergengsi.

Dalam buku Biografi 60 Sahabat Rasulullah S.A.W (Khalid Muhammad Khalid) disebutkan Muhs'ab bin Umair memiliki sifat zuhud, keluhuran, dan ketulusan yang membuat penduduk Madinah terkesan.

Lalu, hal lain yang dilihat Rasulullah SAW dari diri Mush'ab bin Umair, dia termasuk orang yang terbiasa dan kebal di depan keglamoran. Kemudian, terbukti tahan fitnah. Selanjutnya, berpengalaman hijrah dan kehidupan luar negeri. Dan terakhir terbiasa jatuh dari kenyamanan.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 30 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)