LANGIT7.ID,- Jakarta - Dirjen BIMAS Islam Kementerian Agama RI
Kamaruddin Amin menyebut masyarakat muslim Indonesia di luar negeri membutuhkan kehadiran dai. Namun, lanjut Kamaruddin, pemenuhan akan kebutuhan tersebut belum tersedia. Terkait itu, dia pun mengusulkan untuk membuat
atase agama di luar negeri.
"Ini real kebutuhan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat di luar negeri. Atase perdagangan ada, pertahanan ada, pendidikan ada, masa atase agama tidak? Sehingga tidak terlayani masyarakat kita secara memadai di
luar negeri," kata Kamaruddin Amin dalam acara International Da'wah Outlook Dompet Dhuafa, Kamis (29/12/2022).
Baca juga: MUI Minta Dai Turut Dakwahkan Literasi Keuangan SyariahKamaruddin mengaku pihaknya tengah berikhtiar mewujudkan adanya atase agama untuk kedutaan Indonesia di luar negeri. Terlebih di negara dengan mayoritas Muslim Indonesia.
Senada dengan itu, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Cholil Nafis mengatakan umat di negara minoritas Muslim sangat membutuhkan da'i atau pendakwah. Fakta tersebut ditemukan Cholil saat berada di Australia dan Washington selama 8 tahun. Dia menyebut masyarakat Muslim di sana selalu menyambut gembira ketika para dai datang.
"Ada kebanggaan kalau ada orang (Muslim) Indonesia di masjid umum terus khutbah. Kalau orang Indonesia mengisi (khutbah), masyarakatnya merasa senang. Kebetulan saya diminta mengisi khutbah memakai bahasa Arab, karena dalam komunitasnya," ujar Cholil.
Dai Ambassador
Sementara Direktur Hak Asasi Manusia dan Kemanusiaan Kemenlu RI, Achsanul Habib menyebut dakwah sebagai salah satu bentuk diplomasi untuk menjaga perdamaian dan kepentingan kemanusian.
Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin: Stunting Bisa Jadi Materi Ceramah Dai"Dai sering dipandang sebagai panutan oleh masyarakat sekitar. Hal ini memberikan ruang besar bagi da'i untuk menjadi duta kemanusiaan melalui dakwah dan syiar kebaikan kepada masyarakat serta mendorong masyarakat untuk berkontribusi dalam mengatasi isu kemanusiaan global," tutur dia.
Salah satu lembaga filantropi dan kemanusiaan, Dompet Dhuafa, memiliki program Dai Ambassador. Program unggulan ini merupakan layanan dakwah internasional di mana para dai Indonesia difasilitasi untuk dikirim ke mancanegara.
"Di sana para dai akan berinteraksi dengan jamaah-jamaah kita dari Indonesia maupun asli orang sana," jelas GM Layanan Sosial Dompet Dhuafa, Juperta Panji Utama.
Menurut Panji, salah satu tujuan program ini untuk menunjukkan peran kebesaran Islam Indonesia di mancanegara.
Kamaruddin mengapresiasi program Dai Ambassador sebagai sumber informasi keagamaan warga Indonesia di luar negeri.
"Ke depannya saya akan mengajak DD bersama pemerintah dan lembaga yang lain yang memiliki interest yang sama untuk kita bisa mendesain lebih terarah lagi," cetus Kamaruddin.
Baca juga: Oki Setiana Dewi Resmi Ikut Standardisasi Da'i MUICholil Nafis kemudian menyarankan Dompet Dhuafa untuk membuat sebuah program ke daerah yang belum mengenal Islam dan melatihnya dengan bahasa Inggris agar mempunyai wawasan luas.
(est)