LANGIT7.ID, Jakarta - Saat Eropa masih berada dalam abad kegelapan, dunia Islam sedang berada di masa kejayaannya dengan perkembangan pesat ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya dan olahraga. Selama berabad-abad, berbagai bentuk
riyadhoh (olahraga) banyak dipraktikkan di dunia Islam. Praktik itu bahkan terus berlanjut sampai saat ini.
Presiden
Foundation for Science, Technology and Civilisation (FSTC), Prof. Salim Al-Hassani, mengatakan, umat Islam sudah memainkan berbagai macam cabang olahraga sejak tahun 700-1700 M. Fakta sejarah itu kerap dilupakan.
Dalam pembahasan sejarah olahraga, lembaga pendidikan kebanyakan hanya mengenalkan olahraga di Eropa, setelah melewati abad kegelapan. Lalu melompat ke peradaban Romawi dan Yunani. Banyak ilmuwan mengabaikan perkembangan cabang olahraga di dunia Islam.
Baca Juga: Ragam Olahraga di Masa Rasulullah, dari Memanah hingga Gulat
Prof Salim mengatakan, para sejarawan seolah amnesia atau melupakan periode seribu tahun terhadap perkembangan olahraga di dunia Islam. Padahal, peradaban Islam tidak hanya meliputi teknologi, sains, hingga astronomi semata.
“Bahaya yang mungkin timbul dari amnesia ini adalah bahwa hal itu menimbulkan kompleks superioritas dalam karakter Eropa sementara, secara bersamaan, menyebabkan kompleks inferioritas dalam karakter orang lain,” kata Prof Salim, melansir laman Muslim Heritage, Rabu (4/1/2023).
Guru Besar Emeritus di University of Manchester itu mengatakan, sangat penting memasukkan materi tersebut ke dalam buku-buku sejarah. Dunia harus diperkenalkan terkait olahraga yang merupakan warisan peradaban Islam, terkhusus di Andalus. Andalus menjadi tonggak utama yang mengeluarkan Eropa dari abad kegelapan.
“Subjek Olahraga dalam warisan peradaban Islam patut mendapat perhatian khusus. Bahkan umat Islam pun tidak menyadari kontribusi besar dunia Muslim klasik terhadap perkembangan olahraga,” kata Prof Salim.
Baca Juga: Olahraga Sangat Dianjurkan dalam Islam, Dicontohkan Rasul hingga Ikut Kompetisi
Dia mencontohkan, masyarakat global saat ini mengasosiasikan olahraga Cricket dengan Inggris. Padahal, permainan itu berasal dari India Utara yang dikuasai kerajaan Islam pada sekitar 700 M dan kemudian dibawa ke Barat oleh Inggris. Permainan itu mengalami popularitas saat Inggris mengklaimnya sebagai milik mereka.
“Permainan lainnya adalah Polo, olahraga kuno dari Persia dan Afganistan. Umat Islam sangat menikmatinya. Naskah menunjukkan miniatur pria dan wanita bermain bersama di lapangan yang sama,” kata Prof Salim.
Prof Salim mengatakan, Nabi Muhammad SAW diyakini menyukai olahraga tersebut. Selain itu, hadits Nabi mencatat, beliau berpacu dengan istrinya, Ibunda Aisyah. Dia memenangkan sprint atau lari cepat pertama, tetapi kalah di babak kedua. Rasulullah SAW juga mendorong orang tua untuk mengajar anak-anak berenang, berkuda, dan memanah.
Baca Juga: Pentingnya Olahraga dalam Islam, Bagian dari Syukur Jaga Pemberian Allah
Kata bahasa Arab untuk olahraga adalah
Riyadhoh. Sangat menarik untuk dicatat, kata yang sama digunakan untuk matematika dan para sufi menggunakannya untuk merujuk pada melatih jiwa. Olahraga dalam Pusaka Muslim telah diasosiasikan dengan melatih tubuh, pikiran dan jiwa.
Perilaku sportif biasanya dikaitkan dengan moral yang tinggi dan perilaku teladan seperti kesopanan, kepercayaan dan kemurahan hati. Ketika umat Islam mencapai Andalus, Sisilia, Istanbul (Konstantinopel) dan belahan dunia lainnya, mereka menghentikan semua olahraga yang merugikan para pemain, seperti gladiator dan sejenisnya.
(jqf)