LANGIT7.ID, Jakarta -
Kompor gas ternyata bisa menyebabkan masalah kesehatan. Salah satunya yakni potensi
gangguan pernapasan akibat zat yang keluar dari gas saat kompor menyala.
Sahabat Langit7 mesti memperhatikan hal-hal tertentu ketika
memasak menggunakan kompor gas. Tujuannya agar kompor gas tidak mengganggu kesehatan orang-orang di rumah.
Adapun salah satu yang bisa dilakukan agar kompor gas tak menimbulkan masalah kesehatan adalah dengan membuka jendela saat menggunakannya.
Profesor teknik medis di University of Colorado Boulder, Shelly Miller mengatakan, kompor gas menghasilkan polutan seperti nitrogen dioksida.
Baca Juga: Langkah-Langkah Bersihkan Kompor Gas, Jangan Tunggu Rusak"Nitrogen dioksida itu buruk dan kadarnya juga diatur oleh Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA), tapi hanya dalam konteks di luar ruangan," kata dia seperti dilansir
Huffpost, Senin (16/1/2023).
Nitrogen dioksida dapat menyebabkan iritasi pernapasan dan berdampak negatif terhadap kesehatan anak-anak maupun orang dewasa.
Dampak dari nitrogen dioksida ini antara lain dapat meningkatkan risiko serangan asma, infeksi pernapasan, dan penyakit pernapasan.
Sementara peneliti di Fakultas Teknik Universitas Drexel, Bryan Cummings menunjukkan sebuah penelitian baru-baru ini yang menemukan bahwa 12,7 persen asma anak-anak di Amerika Serikat (AS) dikaitkan dengan penggunaan kompor gas di dalam ruangan.
Polutan dari kompor gas tidak hanya berdampak pada anak-anak, tapi juga memperburuk penyakit paru obstruktif kronik pada orang dewasa. Hal ini dapat berdampak negatif terhadap kinerja kognitif pada orang-orang dari segala usia.
Terlebih, menurut American Heart Association, paparan nitrogen dioksida dapat meningkatkan risiko serangan jantung.
"Pelepasan nitrogen dioksida di dalam rumah sangat berbahaya karena dipancarkan ke ruang tertutup yang seringkali tidak memiliki sirkulasi udara luar yang baik," kata Cummings
Untuk itu, Cummings mengingatkan agar orang-orang dapat memastikan dapurnya memiliki ventilasi sebagai tempat sirkulasi udara yang baik.
Tujuannya untuk membuang nitrogen dioksida yang dihasilkan kompor gas ke luar ruangan.
"Jika tak ada ventilasi Anda harus membuka jendela saat menggunakan kompor gas. Termasuk jendela yang berada di ruangan selain dapur," ujarnya.
Langkah lain yang bisa dilakukan yakni dengan menghindari penggunaan kompor gas dan beralih ke kompor listrik.
Kompor listrik disebut menghasilkan nol emisi dari proses pemanasannya. Selain masalah kesehatan, kompor bertenaga listrik juga lebih ramah lingkungan.
"Intinya, beralih ke kompor non-gas sangatlah ideal, meskipun hal itu tidak mungkin dilakukan oleh sebagian banyak orang," tambah Cummings.
(bal)