LANGIT7.ID - , Jakarta - Konsultan Syari'ah, Ustaz Faisal Abdul Aziz Arbi menyebut ada dua syarat utama untuk mendapatkan
kebahagiaan yang dijanjikan oleh Allah SWT pada hamba-Nya.
Hal pertama adalah
beriman kepada Allah SWT. Sebab, tidak mungkin seseorang mendapatkan kebahagiaan sejati dan hakiki jika ia tidak beriman kepada Allah SWT.
"Jadi dia hanya seolah-olah bahagia tetapi hatinya sungguh tidak bahagia," ujar Ustaz Faisal dalam kajian yang diikuti Langit7, Sabtu (21/1/2022).
Baca juga: Empat Permata Kehidupan: Akal, Agama, Rasa Malu, dan Amal SalehKedua,
beramal saleh kepada Allah SWT. Menurut dia, amal saleh yang paling utama adalah dengan melakukan apapun yang Allah SWT wajibkan atau perintahkan.
"Seutama-utamanya amal saleh adalah melaksanan yang Allah SWT wajibkan. Masuk ke hukum-hukum yang lain seperti mengerjakan sunnah dan lainnya," katanya.
Karenanya orang yang beriman dan beramal saleh kata Allah SWT akan diberikan kehidupan yang layak atau baik.
Dalam surat An-Nahl ayat 97,
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
"Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS. An-Nahl: 97).
"Kehidupan yang baik ialah kehidupan yang diliputi dengan ketenangan dan kebahagiaan. Dan ini kata para ulama lebih ditekankan kepada kehidupan yang sifatnya duniawi, kehidupan ketika dia berada di atas muka bumi ini Allah berikan kebahagiaan," ucapnya alumni Islamic Universitas of Madinah itu.
Baca juga: Kemulian Bulan Muharram, Umat Dianjurkan Perbanyak Amal SalehKemudian, hal lain yang Allah SWT berikan kepada orang yang beriman dan beramal saleh adalah balasan yang lebih baik dari yang mereka lakukan.
"Tentu orang yang beriman kemudian beramal saleh. Amal saleh yang dilakukan mungkin saja dihinggapi oleh hal-hal yang berpotensi menghilangkan pahalanya di sisi Allah atau menggerus pahala dari sisi Allah. Atau ketika dia melakukan amal saleh tersebut ia tidak melakukan dengan baik atau dengan sempurna, namun Allah Maha Memberikan balasan yang jauh lebih baik dan apa yang dilakukan oleh hambanya,"tuturnya.
Itu terlihat dari banyaknya hadis-hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan tentang pelipatgandaan pahala yang Allah SWT berikan.
"Bukankah dalam setiap kebaikan yang dilakukan diganjar oleh Allah SWT dengan 10 kebaikan. Dalam hadis-hadis yang lain juga disebutkan kalau Allah ridha terhadap apa yang dilakukan oleh hambanya. Bukan 10 kali yang Allah balas melainkan bisa sampai 700 kali lipat bahkan berkali-kali lipat yang tidak diketahui bilangannya kecuali oleh Allah SWT," cetusnya.
Seperti yang diriwayatkan Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma dari Rasulullah, beliau bersabda tentang sesuatu yang beliau riwayatkan dari Rabbnya Tabaraka wa Ta’ala:
Baca juga: Bulan Sya'ban, Momentum Perbanyak Amal Saleh Sebelum Ramadhan"Sesungguhnya Allah menetapkan adanya kebaikan dan kejelekan, kemudian Dia menjelaskannya. Barangsiapa yang berniat untuk mengerjakan amal kebaikan namun belum terlaksana, maka Allah akan catat baginya satu kebaikan yang sempurna. Dan jika dia berniat untuk kebaikan dan mengerjakannya, maka Allah akan catat baginya dengan 10 kebaikan hingga 700 kali lipat, bahkan sampai berlipat–lipat banyaknya. Sebaliknya, apabila dia berniat untuk mengerjakan amalan kejelekan namun belum terlaksana, maka Allah akan catat baginya satu kebaikan yang sempurna. Dan apabila dia berniat untuk kejelekan dan mengerjakannya, maka Allah akan mencatat baginya satu kejelekan saja." (HR al-Bukhari dan Muslim).
(est)