LANGIT7.ID - , Beirut - Sejumlah
negara mayoritas Muslim berdemonstrasi mengecam
penistaan kitab suci Al Quran oleh aktivis sayap kanan Swedia dan Belanda.
Menurut laporan Associate Press, dikutip Sabtu (28/1/2023), protes di negara-negara termasuk Pakistan, Irak, dan Lebanon berakhir dengan orang-orang bubar secara damai.
Di ibu kota Pakistan, Islamabad, petugas polisi menghentikan beberapa pengunjuk rasa yang mencoba berbaris menuju Kedutaan Besar Swedia.
Baca juga: Lembaga Dakwah MUI: Ada Standar Ganda dalam Aksi Penistaan Al QuranKemudian di Beirut, sekitar 200 pengunjuk rasa yang marah membakar bendera Swedia dan Belanda di luar masjid berkubah biru Mohammed Al-Amin di Lapangan Martir pusat Beirut.
Seperti diketahui, akhir pekan lalu politisi sayap kanan Denmark-Swedia Rasmus Paludan mendapat izin dari polisi untuk melakukan protes di luar Kedutaan Besar Turki di Stockholm.
Dalam aksi protesnya itu, Paludan membakar Al-Quran, kitab suci umat Islam. Belum usai kemarahan umat Muslim, politikus Belanda Edwin Wagensveld, pemimpin dari gerakan sayap kanan Pegida, merobek halaman-halaman salinan Al-Qur'an di dekat Parlemen Belanda dan menginjaknya.
Tindakan tersebut membuat marah jutaan Muslim di seluruh dunia dan memicu protes.
Baca juga: Soal Penistaan Al Quran, Begini Harusnya Umat Muslim BersikapPejabat Swedia menekankan bahwa kebebasan berekspresi dijamin oleh Konstitusi Swedia dan memberi orang hak yang luas untuk mengekspresikan pandangan mereka di depan umum, meskipun hasutan untuk melakukan kekerasan atau ujaran kebencian tidak diperbolehkan.
Demonstran harus mengajukan permohonan kepada polisi untuk izin pertemuan publik. Polisi dapat menolak izin tersebut hanya atas dasar pengecualian, seperti risiko terhadap keselamatan publik.
Ulama Syiah Irak yang kuat Muqtada Al-Sadr bertanya dalam pernyataan yang dirilis Jumat, "apakah kebebasan berbicara berarti menyinggung keyakinan orang lain? Mengapa membakar bendera pelangi kaum gay tidak mewakili kebebasan berekspresi?".
Ratusan pendukungnya berkumpul di luar masjid di Bagdad sambil melambai-lambaikan salinan Al Quran.
Baca juga: Kecam Pembakaran Qur’an di Eropa, Aksi Protes Meluas ke Berbagai Daerah(est)