LANGIT7.ID - , Jakarta -
Relaksasi bukan hanya tentang ketenangan pikiran atau menikmati hobi, namun lebih ke proses mengurangi stres pada pikiran dan tubuh.
Penulis buku 7 Keajaiban Kesembuhan, dr Asep Hermana mengatakan relaksasi adalah hal yang sangat penting bagi setiap manusia.
Sebab, kata dokter yang biasa disapa dr Aher ini, ketegangan pada tubuh dan pikiran berbanding lurus dengan energi yang dikeluarkan. Akibatnya muncul emosi buruk dan
pola pikir negatif.
Baca juga: 5 Ayat Qur'an Tentang Perintah Menuntut Ilmu dan Berpikir Komprehensif"Ketika ada sesuatu ketegangan, ternyata hal tersebut juga berpengaruh pada timbulnya emosi buruk pada diri. Dan ketika ketegangan itu muncul ternyata juga berpengaruh kepada pola pikir. Karenanya, kita memerlukan relaksasi sebagai cara mengatasi ketegangan yang terjadi tersebut," ujar dr Aher dalam diskusi yang diikuti LANGIT7.ID secara daring, Sabtu (28/1/2022).
Founder Klinik Spesialis Bedah Metro Kuningan Kuliner SDP Group (Tasty Donuts dan Liwet SiDemplon) ini menyebut relaksasi sebagai wasilah atau jalan untuk menyegarkan pikiran, perbuatan, tindakan, dan lainnya.
Dia pun mengaitkan peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kehidupan seseorang, baik yang menyenangkan atau buruk, dengan dampaknya pada tubuh dan pikiran.
"Mungkin dari 10 rencana, ada 8 yang tercapai dan 2 tidak. Jadi selalu ada peristiwa yang menyenangkan dan tidak," katanya.
Menurut dr Aher, peristiwa menyenangkan bakal berdampak pada perbaikan di dalam tubuh. Sementara, kejadian yang tidak mengenakkan bisa berdampak negatif bila tidak dikonversi menjadi
hal positif.
Baca juga: Financial Freedom Bisa Diraih dengan Berpikir Positif"Pernah suatu saat saya berdiskusi terkait masalah sebuah framing kejadian negatif dikonversi menjadi sebuah kejadian yang positif. Ternyata keterampilan mengubah sesuatu yang tadinya bernilai negatif ke positif itu sangat dahsyat mengubah pola pikir, semangat, dan motivasi seseorang," tutur dr Aher.
Untuk mengubah framing negatif menjadi positif, dr Aher pun menyarankan dua hal yang bisa dilakukan.
Hal pertama adalah menjadikannya sebagai hikmah. Artinya, melihat sebuah permasalahan tidak dari bagian kulitnya saja, tapi juga di dalam atau baliknya.
"Apa hikmah di balik kejadian sehingga rencana yang diimpikan menjadi gagal? Ketika kita melihat dari luarnya saja, masih tetap framing. Namun, kalau kita mendalami hikmah dibalik itu tentu kita akan berterima kasih," tandasnya.
Poin kedua adalah berbaik sangka kepada Allah SWT atas apa yang terjadi dalam kehidupan. Dia pun menekankan untuk menerapkan pola pikir positif bahwa Allah Ta'ala mengetahui segala sesuatunya.
Baca juga: Kerap Berpikir Negatif, Berpotensi Sebabkan Demensia"Berpikirlah bahwa pasti Allah SWT memiliki sesuatu yang diinginkan yang mungkin merupakan jawaban doa Anda sehingga Dia takdirkan terjadi," pungkasnya.
(est)