Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

4 Inti Kandungan Al-Qur'an: Tauhid, Kematian, Kebangkitan, dan Keadilan

Muhajirin Selasa, 14 Februari 2023 - 11:00 WIB
4 Inti Kandungan Al-Qur'an: Tauhid, Kematian, Kebangkitan, dan Keadilan
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Khadim Madrasah An-Nuriyah di Kairo Mesir, Syekh Ahmad Mustafa, mengupas empat intisari kandungan Al-Qur'an atau Maqasidul Qur'an. Hal itu disampaikan saat menjadi narasumber Seminar Internasional yang digelar FSH UIN Alauddin Makassar bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan.

Empat Maqasidul Qur'an itu adalah tauhid, kematian, kebangkitan, dan keadilan atau al-‘adallah. Empat konsep ini menjadi hal penting dalam Al Qur'an. Maqasid Qur’an itu bisa dilihat dari lembaran Al Qur’an yang dimulai dari surah yang ada di dalamnya.

Kemudian, melihat jumlah ayat yang ada dalam Al-Qur’an bahkan titik dan huruf Qur’an. Semua itu adalah maqasid. Maka itu, ajaran utama pada Al-Qur’an ada pada seluruh rangkaian dari Al-Qur'an itu sendiri.

Baca Juga: Jaga Kesehatan Mental Sesuai Al-Qur'an dan Hadis: Kembalikan Urusan pada Allah

Dalam Al-Qur’an ada istilah kulliyat dan misliyat. Al-Qur’an juga diibarkan sebuah ranting. Ranting itu tidak dianggap cukup jika hanya disebut sebagian saja. Tetapi, di balik ranting itu ada biji-bijian. Biji-bijian ini yang akan kembali menjadi pohon.

“Jadi Al Qur’an itu diibaratkan sebagai sebuah pohon yang memiliki ranting dan biji-bijian atau buah, dan buah itu pulalah yang akan menjadi pohon kembali,” kata Syekh Ahmad Mustafa, dikutip laman resmi MUI, diktuip Selasa (14/2/2023).

Selain itu, Al Qur’an juga memiliki maqasid-maqasid tersebut, terkhusus terhadap Al Muhasabatu Aladdin. Hal itu dapat dijelaskan dengan memelihara akal, memelihara hati, dan memelihara jiwa.

Baca Juga: Legislator: Perlu Kehati-hatian Respons Kasus Pembakaran Al-Qur'an

“Jika semua hal itu dapat terpelihara dengan baik, maka itulah maqasid Qur’an,” kata Syekh Ahmad Mustafa.

Sementara, Sekretaris Umum MUI Sulsel, Ustaz Prof Muammar Bakry, mengatakan, konsep maqasid ibarat seperti konsep berjihad. Jika seseorang yang terdesak dan dipaksa berkata kufur, maka dia bisa mengucapkan kata kufur tersebut. Dengan catatan hati tetap mutmainnah bil iman atau tenang dengan keimanan.

Hal itu karena jiwa lebih utama berada di posisi daruriyah. Sementara, agama untuk kepentingan lifzi. Namun, saat agama dan jiwa sama-sama dalam posisi daruriyah, maka akan kembali kepada agama yang lebih diutamakan.

Baca Juga: Gus Muhaimin Minta Umat Islam Tak Terprovokasi Kasus Pembakaran Al-Quran

“Diwajibkan kita berjihad atau berperang untuk kepentingan agama, sekalipun mungkin jiwa kita akan korban, oleh karena kepentingan agama hauh lebih utama daripada kepentingan jiwa. Allah ingin melakukan ihsan kepada manusia di hari akhirat,” kata Ustaz Muammar saat mencontohkan makna maqasid.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)