LANGIT7.ID - , Jakarta -
Senin sering dianggap hari yang kurang disukai banyak orang karena harus mulai kembali beraktivitas setelah asyiknya
libur akhir pekan. Namun menyukai hari Senin dapat membawa manfaat positif, terutama bagi seorang muslim.
Dalam Islam, Senin merupakan hari yang memiliki makna penting. Pada hari Senin
Nabi Muhammad dilahirkan dan turunnya wahyu pertama, misalnya.
Oleh karena itu, sebagai umat Muslim seharusnya senantiasa memaknai dan menyukai hari Senin sebagai awal dari perjalanan hidup yang penuh
keberkahan.
Baca juga: Kisah Inspiratif Kapolda Jambi Selamat dari Kecelakaan, Rutin Puasa Senin-Kamis
1. Hari Kelahiran Rasulullah
Menurut jumhur ulama, Rasulullah lahir pada hari Senin, 12 Rabiul Awal pada Tahun Gajah. Hari Senin juga diistimewakan Rasulullah dengan berpuasa sunnah untuk merayakan kelahirannya.
Dari Abu Qatadah Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, lantas beliau menjawab,
ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ
“Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku.” (HR. Muslim).
Maka, umat Islam harus pula bergembira dengan kelahiran Rasulullah. Bahkan, dilansir NU Online, Abu Lahab diringankan siksanya di neraka karena turut bergembira saat keponakannya itu lahir, seraya meneriakkan kata-kata pujian atas kelahiran keponakannya tersebut sepanjang jalan.
2. Rasulullah Diangkat Menjadi Rasul dan Menerima Wahyu
Dari seluruh hari dalam sepekan, Allah memilih hari Senin sebagai hari yang penuh berkah karena telah mengutus Rasul-Nya yang terakhir. Rasulullah juga memilih hari Senin sebagai hari yang istimewa.
Baca juga: Berdamai dengan Hari Senin, Ikuti 5 Tips Ini agar Aktivitas Penuh SemangatRasulullah mengistimewakan Senin dengan berpuasa sunnah karena Allah memilihnya sebagai utusan terakhir. Pada hari Senin pulalah Allah menurunkan wahyu pertama pada Nabi Muhammad.
Ketika Nabi Muhammad berusia 40 tahun, beliau diwahyukan ayat-ayat pertama Al-Qur'an yang mulia, di Gua Hira. Malam turunnya wahyu pertama dikenal sebagai Lailatul Qadar.
3. Hari Allah Menerima Laporan Amal Hambanya
Hari Senin merupakan hari di mana Allah menerima laporan amal dari hamba-hambanya. Karenanya, disunnahkan agar berpuasa pada hari Senin saat catatan amal dihadapkan di kepada Allah.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ
“Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi).
4. Hari Senin Pintu Surga Dibuka
Sudah menjadi rahasia umum bahwa pintu-pintu surga dibuka ketika Ramadan dimulai. Tapi tahukah Sahabat Langit7 bahwa pintu-pintu tersebut juga dibuka setiap hari Senin dan Kamis?
Baca juga: Manfaat Puasa Senin Kamis dalam Segi MedisDari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ
“Pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis ...” (HR. Muslim).
Hari Senin memiliki kedudukan yang luar biasa penting di surga, sudah selayaknya kita juga memberikan kedudukan yang sama pentingnya di Bumi.
5. Allah Mengampuni Dosa Hambanya
Alasan mengapa harus menyukai hari Senin adalah Allah membuka pintu ampunannya lebar-lebar. Allah mengampuni dosa-dosa hambanya saat meminta ampunan selama tidak berbuat syirik dan tidak dalam pertengkaran dengan orang lain.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا
“Pintu surga dibuka pada hari Senin dan kamis. Setiap hamba yang tidak berbuat syirik pada Allah sedikit pun akan diampuni (pada hari tersebut) kecuali seseorang yang memiliki percekcokan (permusuhan) antara dirinya dan saudaranya. Nanti akan dikatakan pada mereka, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai.” (HR. Muslim).
Baca juga: Amalan Puasa Sunnah di Bulan Rajab, Mulai Rutinkan Senin Kamis(est)