Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Hati-Hati, Berlebih Konsumsi Makanan Pedas Bisa Rusak Lambung

fajar adhitya Jum'at, 03 Maret 2023 - 20:00 WIB
Hati-Hati, Berlebih Konsumsi Makanan Pedas Bisa Rusak Lambung
Ilustrasi makan makanan pedas. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Sejak lama, makanan pedas menjadi salah satu favorit bagi banyak orang. Rasa pedas yang terasa di lidah dapat menambah kenikmatan saat menikmati makanan.

Karena itulah sambal sering kali menjadi salah satu komponen hidangan yang wajib ada di meja makan. Kini, ada banyak makanan pedas yang diolah dengan beragam cara, baik dari bahan alami cabai atau merica hingga zat capsaicin.

Baca juga: Daftar Makanan Pedas Favorit Sepanjang 2022, Nampol Rasanya

Rasa pedas yang ditimbulkan zat capsaicin pada cabai atau produk olahan memang bisa menambah nafsu makan. Namun, bila dikonsumsi berlebihan akan menimbulkan kerugian bagi tubuh.

Dosen Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Henik Tri Rahayu, S.Kep. Ns.MS, menjelaskan, cabai memiliki manfaat sebagai anti inflamasi dan menjadi salah satu sumber vitamin C tertinggi. Manfaatnya bisa dieproleh bila konsumsi tidak berlebihan.

Sayangnya manfaat cabai tidak bisa diterima oleh semua manusia karena perbedaan kebiasaan makan pedas. Kika lambung seseorang tidak terbiasa mengonsumsi makanan pedas, akan timbul iritasi yang diawali dengan gejala diare.

Baca juga: Lagi Naik Daun, Nasu Palekko Kuliner Pedas Khas Bugis

“Banyak contoh makanan pedas kekinian yang sering kita temui, misalnya macaroni dengan berbagai macam level. Apabila zat pedas dari makanan ini masuk secara berlebihan ke dalam saluran pencernaan, maka tentu saja bisa merusak pencernaan itu sendiri,” ucap Henik dikutip Jumat (3/3/2023).

Kemudian jika iritasi terus menerus berlangsung dan berlebihan, akan menimbulkan ulkus atau luka pada dinding lambung. Bahkan sesekali juga memunculkan sensasi mual hingga muntah.

“Zat capsaicin yang ada pada makanan pedas akan tetap ada di lambung, meskipun makanan sudah menuju ke organ tubuh lainnya. Jadi, apabila zat ini terus menerus menumpuk, maka kemungkinan bisa merusak pencernaan,” tegasnya.

Henik juga memberikan beberapa cara untuk mengurangi kebiasaan mengonsumsi makanan pedas. Salah satunya dengan mengganti makanan pedas olahan ke cabai yang segar.

Ia menjelaskan bahwa cabai segar lebih pedas ketimbang cabai yang sudah dikeringkan. Sehingga tubuh akan lebih cepat merasa cukup dan tidak terus menerus memakannya.

Baca juga: Resep Sambal Bawang Chef Devina Hermawan, Pedasnya Nampol

"Sementara itu, apabila merasakan pedas yang berlebihan, cara paling efektif untuk meredakannya dengan meminum minuman hangat. Hal itu dikarenakan rasa panas harus dilawan juga dengan panas. Air hangat dinilai lebih cepat menetralisir dibandingkan minuman dingin, sekalipun sudah ditambah dengan gula atau rasa,” katanya.

Ia juga berpesan untuk mengurangi konsumsi makanan pedas. Apalagi saat ini makanan-makanan tersebut sudah diolah dengan beragam cara yang campurannya tidak diketahui dan jelas.

"Segera kurangi kebiasaan makan makanan pedas demi menjaga kesehatan tubuh kita," pungkasnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)