LANGIT7.ID, Jakarta - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW), meminta pemerintah dan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk menolak
Timnas Israel datang ke Indonesia pada gelaran Piala Dunia U-20. Penolakan tersebut merujuk pada sikap Presiden RI pertama, Ir Soekarno (Bung Karno).
Di sisi lain, kata dia, kedatangan Timnas Israel sudah ditolak secara resmi oleh Ormas Islam seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, dan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII). Penolakan juga disuarakan banyak anggota DPR dan BKSAP DPR RI.
Apalagi, pada saat yang sama, Israel semakin brutal terhadap warga Gaza, Tepi Barat, dan Al-Quds. Zionis Israel banyak melakukan pembunuhan terhadap warga palestina dan menghancurkan secara paksa pemukiman Palestina di Tepi Barat.
Baca Juga: Anggota DPR Kritik Erick Thohir Soal Pengamanan Khusus Timnas U-20 Israel
“Maka mestinya Ketua PSSI (Erick Thohir) dan pemerintah meneladani Presiden Soekarno, yang karena posisi Israel sebagai penjajah, Bung Karno melarang Timnas Indonesia bertanding melawan Israel pada Kualifikasi Piala Dunia 1958, dan tidak mengundang Timnas Israel pada Asian Games 1962 di Jakarta,” kata HNW melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (9/3/2023).
Sikap Bung Karno dapat dipahami karena perintah UUD NRI 1945 sudah sangat jelas dan tegas terkait penjajahan. Landasan konstitusi itu menyebutkan, penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
“Hingga saat ini, penjajahan Israel terhadap Palestina masih terus berlangsung. Sikap Israel sebagai penjajah bukan semakin melunak, tapi makin parah. Bahkan, Masjid Al-Aqsa yang dahulu belum disentuh penjajah dan ekstremis Yahudi, belakangan semakin sering diserang dan atau dilanggar kesuciannya oleh rezim zionis dengan pengawalan pasukan Israel,” ucap HNW.
Baca Juga: PSSI dan Pemerintah Diminta Teladani Soekarno Tolak Atlet Israel ke Indonesia
Selain itu, HNW meminta pemerintah dan PSSI meniru Pemerintah Qatar dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2022. Qatar tetap tegas menjaga nilai-nilai yang diyakini oleh bangsanya.
Maka itu, pemerintah dan PSSI seharusnya bisa bernegosiasi dengan FIFA. Mengingat sikap tegas FIFA terhadap Rusia yang dilarang tampil di Piala Dunia 2022, karena invasi terhadap Ukraina.
“Momentum Piala Dunia U-20 ini seharusnya digunakan Pemerintah dan PSSI atas nama sportifitas, kemanusiaan dan keadilan serta konsistensi pada konstitusi sebagai dicontohkan Presiden Soekarno, untuk menekan Israel agar menghentikan penjajahannya atas Palestina dan mengakui Palestina merdeka dengan ibu kota Jerussalem,” ujar HNW.
Baca Juga: PSSI dan Pemerintah Diminta Teladani Soekarno Tolak Atlet Israel ke Indonesia(jqf)