LANGIT7.ID, Jakarta -
Ramadhan merupakan bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat muslim. Pasalnya, semua muslim ingin turut serta menjalani ibadah puasa selama 30 hari, tak terkecuali bagi kaum perempuan.
Nyatanya, perempuan memiliki 'halangan' berupa haid yang tak bisa diganggu gugat. Muslimah yang sedang berhalangan pun tak dibolehkan untuk menjalani
puasa maupun salat.
Meskipun sedang dalam kondisi
haid, para wanita tetap bisa beramal untuk mendapatkan keberkahan Ramadhan. Terlebih, bulan penuh berkah ini hanya datang satu kali dalam setahun.
Baca Juga: Tips Menjadi Pemenang di Bulan Suci RamadhanPendakwah dari Yogyakarta, Arif Nursalim (Salim A Fillah) mengatakan, ada banyak
amalan yang bisa dikerjakan untuk menggapai derajat takwa.
Berikut beberapa amalan yang bisa dimaksimalkan wanita haid saat Ramadhan tiba:
Perbanyak ZikirSalim A Fillah menuturkan, wanita yang berhalangan bisa memperbanyak zikir seperti tasbih, tahmid, takbir, tahlil. Ini bisa dilakukan kapan saja.
Ada pula zikir yang diajarkan oleh Rasulullah SAW yang terikat dengan waktu, seperti zikir pagi dan sore, zikir setelah salat, dan zikir sebelum tidur.
"Di dalam bulan Ramadhan kita memperbanyak zikir dan doa-doa yang juga bisa kita amalkan. Perbanyak doa-doa itu," kata Salim A Fillah dikutip dari kanal Pro-You Channel, Ahad (11/3/2023).
Perbanyak DoaSalim A Fillah juga menyarankan untuk memperbanyak doa selama Ramadhan. Termasuk doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Ibunda Aisyah yang diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi.
Aisyah RA bertanya kepada Rasululla SAW tentang bacaan doa yang bisa dipanjatkan saat bertemu dengan malam Lailatul Qadar:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan suka memberi maaf, maafkanlah aku.” (HR At-Tirmidzi)
Baca Juga: Ramadhan Jadi Waktu Terbaik Detoksifikasi TubuhIkut Majelis IlmuSelain memperbanyak zikir dan doa, wanita haid saat Ramadhan juga bisa mengikuti majelis ilmu, baik secara langsung maupun online. Jika tidak bisa berangkat ke majelis ilmu, maka bisa mengakses kanal YouTube yang menyiarkan kajian secara langsung.
Banyak pula kanal-kanal youtube yang menyajikan banyak materi kajian dari ulama-ulama besar, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Ini mempermudah bagi wanita haid untuk menambah ilmu dan mendapatkan pahala menuntut ilmu.
Mendengarkan Bacaan Al-Qur’anBisa juga mendengarkan bacaan Al-Qur’an dari suami atau anak, hingga membuka kitab tafsir. Jumhur ulama berpendapat, wanita haid tidak boleh memegang mushaf Al-Qur’an. Namun, hal itu bisa disiasati dengan mendengarkan bacaan Al-Qur’an dari suami atau anak.
"Bisa menyimak bacaan Al-Qur’an dari suami, menyimak baca Al-Qur’an dari anak. Didengarkan. Insya Allah mendapatkan pahala membaca Al-Qur’an, meskipun dirinya sendiri tidak bisa membaca Al-Qur’an dengan cara memegang dan membuka mushaf sesuai pendapat jumhur ulama," ungkap Salim A Fillah.
Menyediakan Buka PuasaCara lain untuk tetap mendapatkan pahala adalah menyediakan buka puasa untuk orang berpuasa. Dalam kasus ini, Sahabat bisa menyediakan takjil dan sebagainya.
"Jadi, itu cara kita untuk mendapatkan pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun," tutur Salim A Fillah.
Baca Juga:
Tren Sarung Bordir, Bikin Cowok-Cowok Tambah Ganteng saat Ramadhan
Kang Abik: Siaran Ramadhan Efektif Tanamkan Nilai Budaya di Masyarakat(gar)