Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 Juli 2026
home masjid detail berita

5 Cara Puasa Ramadhan Membangun Karakter Takwa Seorang Muslim

fajar adhitya Senin, 13 Maret 2023 - 10:00 WIB
5 Cara Puasa Ramadhan Membangun Karakter Takwa Seorang Muslim
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Allah SWT memberi perintah pada orang-orang beriman untuk berpuasa. Perintah tersebut dijelaskan dalam surat Al Baqarah ayat 183, yang berbunyi.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ - ١٨٣

Terjemah: Hai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.

Baca juga: Ramadhan 9 Hari Lagi, Ini 5 Cara agar Tetap Semangat Selama Puasa

“Setiap perbuatan anak Adam adalah untuknya kecuali puasa; itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya. Nafas (bau) mulut orang yang berpuasa lebih disenangi Allah dari pada wangi kesturi.” (HR. Al-Bukhari).

Ketua Dewan Fiqih Amerika Utara, Dr Muzammil H. Siddiqi mengatakan, tujuan puasa bukanlah untuk membuat kita lapar dan haus, atau menghilangkan kenyamanan dan kemudahan kita.

"Tujuan puasa yang sebenarnya adalah agar kita belajar takwa," kata Dr Muzammil.

Takwa sangat ditekankan dalam Al-Qur’an dan hadist. Ada lebih dari 158 ayat dalam Al-Qur'an tentang takwa, dan ada ratusan hadits tentang hal ini.

Perintah untuk bertakwa pada Allah SWT disebutkan dalam surat Ali Imran ayat 102.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Terjemah: Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.

Baca juga: Arab Saudi Keluarkan Imbauan Ramadhan, Atur Qunut Tarawih dan Buka Puasa

Lalu, apa itu takwa?

"Takwa adalah Islam itu sendiri. Ini adalah jumlah total dari semua nilai dan kebajikan Islam. Jika seseorang memiliki takwa, dia telah mencapai segalanya," jelas Dr Muzammil seperti dilansir dari About Islam, Senin (13/3/2023).

Menurut Dr Muzammil, takwa adalah kesadaran akan Allah SWT. Artinya sebagai upaya terbaik seseorang untuk hidup sesuai dengan perintah-Nya dan menghindari larangan-Nya.

Dalam Al-Quran, kata takwa memiliki arti kesadaran akan Allah, takut akan Allah, menyembah Allah, ketulusan dalam iman, dan menghindari kemaksiatan kepada Allah.

Puasa membangun karakter takwa jika dilakukan dengan cara yang benar.

Bagaimana puasa membangun karakter taqwa?

"Tidak seperti salat, sedekah, dan haji, puasa adalah perbuatan yang tidak terlihat. Hanya Allah dan orang yang berpuasa yang mengetahui apakah dia berpuasa atau tidak," terang penulis Muslim yang pernah mengajar di Universitas Chapman itu.

Baca juga: Masuk Bulan Sya'ban, Begini Doa Agar Dipertemukan dengan Ramadhan

Menurut Dr Muzammil, seseorang mungkin bisa diam-diam makan dan minum tanpa ada yang memperhatikan dan mengetahuinya.

Namun, bagi orang yang berpuasa, komitmen ini dijaga demi Allah dan kesucian puasanya juga demi Allah.

"Dengan demikian, puasa mengajarkan ketulusan. Dan itu membantu seseorang belajar untuk hidup dengan prinsip-prinsip imannya terlepas dari apakah orang lain tahu atau tidak. Ini adalah tujuan dan esensi takwa," jelasnya.

Kemudian, puasa dapat mengendalikan hawa nafsu. Makanan dan seks adalah dua kebutuhan mendasar dari manusia untuk kelangsungan hidup. Namun, keduanya dapat dengan mudah menjadi koruptif dan mengganggu jika tidak dikendalikan dan didisiplinkan dengan baik.

"Takwa mengharuskan mematuhi aturan Allah ketika seseorang makan dan ketika seseorang menikmati hubungan seksual. Puasa mengajarkan bagaimana mengendalikan dan mendisiplinkan hawa nafsu tersebut," urai Dr Muzammil.

Dr Muzammil mengatakan berpuasa mengajarkan kedisplinan. Selama puasa kita belajar untuk mengatakan "tidak" pada hal-hal yang diperbolehkan dan baik, tetapi dilarang selama berpuasa.

Baca juga: Manfaat Tersembunyi Puasa Ramadhan sebagai Detoksifikasi Tubuh

"Ketika seseorang belajar bagaimana mengatakan "tidak" pada apa yang secara umum diperbolehkan, maka dia dapat dengan mudah mengendalikan diri untuk menghindari apa yang dilarang. Inilah semangat takwa," tegasnya.

Puasa mengajarkan kepedulian pada sesama. Sudah menjadi hal yang lumrah bila seseorang lebih peduli pada dirinya sendiri dan keluarga, sehingga mengabaikan kebutuhan orang lain.

Mereka yang berkelimpahan tidak akan pernah merasakan sakit, menderita karena kelaparan, dan hidup dalam kemiskinan.

"Melalui puasa kita merasakan—sampai batas tertentu—rasa sakit dan penderitaan mereka yang miskin dan melarat. Puasa mengajarkan empati dan simpati, dan itu menghilangkan sebagian dari keegoisan dan keegoisan kita. Inilah semangat takwa," kata Dr Muzammil.

Terakhir, sebut Dr Muzammil, berpuasa selama Ramadhan dapat membangun silaturahmi dan mendatangkan kebajikan.

"Kita semakin dekat dengan Pencipta kita dan kita juga semakin dekat satu sama lain. Persatuan, kedamaian, kerukunan, persaudaraan dan persaudaraan adalah buah dari takwa. Di bulan Ramadhan kita menikmati buah-buahan ini karena kita tumbuh dalam ketakwaan," tutupnya.

Baca juga: Sambut Ramadan 2023 dengan Ceria, Lakukan Persiapan dari Sekarang

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan