LANGIT7.ID, - Jakarta -
Puasa Ramadanmemasuki hari ketiga, namun tidak semua orang tahu cara makan yang sehat selama berpuasa. Agar tetap sehat dan bugar, dietisien dan
ahli gizi Universitas Gadjah Mada memberikan tips penting dalam memilih makanan yang tepat dan mengatur jumlah konsumsi saat buka dan sahur.
Dietisien dari FKKMK UGM, Tony Arjuna, menyarankan agar orang yang berpuasa memilih makanan yang lambat dicerna, seperti protein dari daging, ikan, dan ayam, serta karbohidrat kompleks dari nasi merah, ubi, sereal, dan roti gandum utuh. Selain itu, konsumsi buah dan sayuran yang tinggi serat dapat membantu merasa kenyang lebih lama.
Baca juga: 5 Tips Gaya Hidup Sehat, Bukan Cuma Atur Pola Makan“Saat buka puasa makan dalam jumlah yang banyak sehingga menyebabkan
gula darah dalam tubuh cepat naik dengan tinggi namun turunnya juga cepat. Hal ini yang tidak sehat untuk badan, adanya jadi lemes dan ngnatuk karena caranya kurang tepat,” uranya di laman UGM, Jumat (24/3/2023).
Tony juga menekankan pentingnya mengatur jumlah makanan yang dikonsumsi saat buka dan
sahur agar energi dapat keluar secara bertahap, sehingga tubuh tidak mengalami kenaikan gula darah yang drastis. Ia menyarankan agar masyarakat memilih makanan yang bervariasi, sehingga tubuh dapat mendapatkan nutrisi yang seimbang.
“Selama puasa agar tetap sehat dan bugar kuncinya bukan makan mahal dan enak. Kuncinya makanan yang bervariasi, semakin variatif maka semakin banyak zat gisi yang diperoleh tubuh,”imbuhnya.
Baca juga: 3 Cara Tingkatkan Imunitas Agar Tubuh Tetap BugarDirektur Halal Research Center Fakultas Peternakan UGM, Nanung Danar Dono, juga menyoroti pentingnya pemilihan dan pengolahan bahan makanan yang benar untuk menjaga kesehatan tubuh selama berpuasa. Ia menyarankan masyarakat memilih bahan makanan yang segar dan menghindari penggunaan daging basi atau bangkai yang dapat menyebabkan penyakit.
“Pilih bahan yang segar karena kandungan gizinya lengkap dan belum banyak yang rusak. Hindari penggunaan daging basi atau bangkai karena kandungan gizinya tentunya sudah banyak yang berkurang dan berpotensi menimbulkan penyakit,” terangnya.
Baca juga: Cara Tetap Bugar ala Ustadz Abdul Somad, Terapkan Pola Islami(est)