LANGIT7.ID, Semarang -
Muslimah Wonosobo budidaya sayuran organik topang ekonomi desa. Mereka tergabung dalam Kelompok Wanita Tani Munawaroh, dan kini mampu mendulang omzet hingga Rp30 juta.
Ketekunan dan kreativitas muslimah Wonosobo budidaya sayuran organik ini, patut dicontoh. Para kaum ibu bukan hanya mampu menopang perekonomian keluarga, tapi juga ekonomi desa.
Saat ini Kelompok Wanita Tani atau KWT Munawaroh dapat mendulang omset hingga Rp30 juta dari hasil bertani sayuran organik dalam kurun waktu satu tahun terakhir ini.
Ketua KWT Munawaroh, Umi Khadijah mengatakan, kelompok ini didirikan pada 2016. Tujuan awalnya memang fokus pada budidaya sayuran organik. Komoditas yang ditanam dapat mengakomodasi 70 persen populasi warga desa yang tidak punya lahan pertanian.
Baca Juga: Milenial Kembangkan Sayuran Hidroponik, Jadi Solusi saat PandemiDengan model tanam susun di rak-rak bambu, pertanian organik tumbuh subur di sekitar rumah, meski pekarangan tidak seberapa luas, tapi sayuran organik tetap berkembang.
Pada Jumat pekan lalu, KWT Munawaroh merayakan panen raya di Kampling Sari RT 10 RW 04 Dusun Blederan, Desa Blederan Kecamatan Mojotengah.
"Saat ini kebutuhan kami, selain terus memperluas pasar agar sayuran produk Blederan ini bisa terserap lebih banyak," ungkap Umi.
Saat ini, KWT Munawaroh terus berupaya memenuhi pesanan para pelanggan yang banyak datang dari kalangan ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Pada hari-hari tertentu, ia dan anggotanya mengantarkan sayuran pesanan para pegawai.
"Harapan kami, akan semakin banyak lagi yang berlangganan sayur produksi KWT Munawaroh sehingga perputaran omzet dan kelangsungan pertanian organik terus terjaga," katanya.
(bal)