LANGIT7.ID-, Perancis- - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan dia "sepenuhnya siap" untuk mengakui Palestina sebagai negara, tetapi hal itu perlu terjadi pada waktu yang “tepat.” Langkah yang akan diambil ini tidak lagi menjadi hal yang dianggap tabu di negara tersebut.
"Tidak ada hal yang tabu bagi Prancis, dan saya sepenuhnya siap untuk mengakui negara Palestina... Saya pikir pengakuan ini harus dilakukan pada saat yang tepat," ujar Macron dalam konferensi pers bersama Kanselir Jerman Olaf Scholz di Jerman, dikutip dari dailysabah, Rabu (29/5/2024).
Dalam keputusannya tersebut, Macron menekankan perlunya proses politik yang dapat menghasilkan "hasil yang bermanfaat" dan mengatakan: "Saya tidak akan melakukan pengakuan secara emosional.”
Lebih lanjut, dia menyebut situasi di Rafah saat ini sangat "mengerikan," dan dia menambahkan: "Operasi militer harus dihentikan di Rafah.”
Dia juga mengatakan bahwa saat ini tidak ada tempat yang aman bagi warga sipil Palestina.
"Kami mendukung permintaan Aljazair untuk mengadakan pertemuan darurat (di PBB) dan kami bekerja sama dengan Aljazair serta semua mitra kami di Dewan Keamanan dalam sebuah resolusi bersama yang tidak hanya akan menjawab urgensi kemanusiaan di lapangan, tetapi juga memberikan jawaban terkait gencatan senjata, dan memberikan mandat PBB yang jelas tentang Gaza," jelas Macron.
Dia menekankan bahwa Prancis juga siap bekerja menuju solusi perdamaian, dan mengatakan bahwa "tindakan paling penting saat ini adalah mencapai gencatan senjata.”
Sebagai informasi, Israel terus melanjutkan serangan brutalnya di Gaza sejak 7 Oktober meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera.
Hampir 36.100 orang Palestina telah tewas di Gaza, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan lebih dari 81.000 lainnya terluka.
Lebih dari tujuh bulan dalam perang Israel, sebagian besar wilayah Gaza hancur akibat blokade yang melumpuhkan pasokan makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Israel telah dituduh melakukan "genosida" di Pengadilan Internasional, yang memerintahkan Tel Aviv untuk memastikan pasukannya tidak melakukan tindakan genosida dan mengambil langkah-langkah untuk menjamin bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.
(lam)