LANGIT7.ID, Jakarta - Dalam satu sisi kehidupan, manusia harus melaksanakan ibadah, namun di satu sisi jangan sampai ibadah tersebut dihancurkan oleh amalan kita sendiri. Demikian disampaikan dai sejuta umat almarhum KH Zainuddin MZ dalam salah satu ceramahnya, dikutip Jumat (17/9).
"Di antara perbuatan yang dapat menghancurkan amalan adalah terlalu sibuk mencari aib dan kekurangan orang lain. Shalatnya, puasanya, hajinya bisa dihancurkan oleh perbuatan dan mental seperti ini," ujarnya.
Baca Juga: Kangen Zainuddin MZ: Banyak Orang Pintar tapi Tidak BenarKemudian, selanjutnya orang yang hatinya keras tidak bisa dinasehati, baik oleh diri sendiri maupun oleh orang lain. Menghadapi orang yang hatinya keras seperti ini dalam melaksanakan syariat Islam melalui tahapan-tahapan (tadarruj).
"Masyarakat Arab jahiliyah dulu sangat suka minum-minuman khamr, jangankan minum bahkan mandinya saja pakai arak. Waktu itu, tidak diharamkan dulu, ayat yang turun menjelaskan ada manfaatnya tetapi bahayanya lebih besar," tuturnya.
Setelah tahu bahayanya lebih besar dan masyarakat mulai mengurangi serta menjaga jarak dengan minuman keras, ayat yang selanjutnya turun adalah dilrang minum khamr ketika hendak mendekati waktu shalat. Setelah masyarakat mulai menerima dan terbiasa untuk menjauhi, maka turun ayat yang mengharamkan
khamr.
Baca Juga: Kangen Zainuddin MZ: Orang Sombong Sponsornya Iblis"Ini strategi melakukan dakwah kepada orang yang hatinya keras, dilakukan secara bertahap. Hampir semua perintah agama seperti itu dan Allah tidak membebani hamba kecuali sesuai kadar kesanggupannya," ujarnya.
"Shalat tidak bisa berdiri, maka bisa duduk, tidak bisa duduk maka bisa berbaring, dan jika tidak bisa berbaring maka cukup dengan isyarat," imbuhnya.
Menurut dia, fenomena kehidupan dapat dijadikan sebagai nasehat. Seluruh aspek yang terjadi adalah sekolah kehidupan yang terbaik untuk dijadikan sebagai ibrah (hikmah). Dengan begitu, diharapkan hati manusia tidak lagi keras dan sulit dalam menerima kebenaran.
Baca Juga: Kangen Zainuddin MZ: Tiga Syarat untuk Bisa Rasakan Manisnya Iman"Apa yang tidak berakhir, kenapa harus keras hati? Qarun yang kaya akhirnya mati, firaun yang sombong akhirnya mati, kenapa harus keras hati, apa yang mau kita sombongkan?," ucapnya.
Oleh sebab itu, beruntung orang yang diberikan kelembutan hati. Dia akan mudah menerima kebenaran, membantu orang lain, dan santun dalam bertutur. "Umar orangnya keras, tapi mudah menerima kebenaran, itulah hidayah. Tidak semua orang diberikan hidayah oleh Allah, maka kunci menerima kebenaran adalah hati yang lembut, qalbun salim," ujarnya.
Baca Juga:
Kangen Zainuddin MZ: Semakin Berkualitas Iman, Makin Hebat Ujiannya
Kangen Zainuddin MZ: Hawa Nafsu Bisa Bawa Manusia pada Kejayaan atau Kehancuran(asf)