Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home masjid detail berita

Al-Uzza: Dewa Perempuan yang Tewas di Tangan Khalid bin Walid

miftah yusufpati Senin, 23 Juni 2025 - 05:15 WIB
Al-Uzza: Dewa Perempuan yang Tewas di Tangan Khalid bin Walid
Kini, tempat itu hanyalah padang sunyi. IlustrasI Ist
LANGIT7.ID-Tihamah, masa lalu yang berdebu. Di tengah gurun yang kering dan musim yang tak kenal ampun, tiga batang pohon kurma berdiri menantang matahari. Tak ada yang istimewa bagi mata kita hari ini. Tapi dulu, batang-batang itu bukan sekadar pepohonan. Ia adalah perwujudan Tuhan bagi bangsa Arab. Namanya: al-‘Uzza.

Menurut al-Azraqi—sejarawan Makkah dari abad ke-3 Hijriah—Uzza adalah tiga batang pohon kurma berwarna coklat tua yang ditanam dan dikeramatkan di antara Thaif dan Nakhlah. Ia bukan hanya pohon. Ia adalah entitas, simbol ilahi, representasi ketuhanan bagi kaum Quraisy, Khuza’ah, hingga Mudhar.

Orang pertama yang menyeru penyembahannya, menurut riwayat, adalah Amr bin Rabi’ah dan al-Harits bin Ka’ab. Dengan retorika yang lihai, Amr menyatakan, “Sesungguhnya Rabb kalian menjelma menjadi Latta di musim panas karena dinginnya Thaif, dan menjadi Uzza di musim dingin karena panasnya Tihamah.”

Pernyataan itu mungkin terdengar seperti lelucon kosmologis hari ini. Tapi pada masanya, itu adalah fondasi iman. Berhala-berhala seperti Latta, Uzza, dan Manat bukan sekadar simbol spiritual, mereka adalah poros sosial, ekonomi, dan politik.

Baca juga: Kisah Nabi Ibrahim: Melecehkan Berhala, Lalu Memenggal Kepalanya

Uzza menempati tempat istimewa. Setelah berhaji di Kakbah, orang-orang Quraisy tidak langsung menggunduli rambut mereka. Mereka justru menyinggahi Uzza. Mereka berthawaf di sekelilingnya. Mereka bertahalul di hadapannya. Satu hari penuh dikhususkan untuknya, sebagai bentuk penghormatan terakhir sebelum pulang. Ia bukan hanya sesembahan, ia adalah spiritual pit stop—transit akhir setelah bertemu Allah di Ka’bah.

Setan di Balik Pohon Kurma

Dalam tafsir-tafsir keagamaan yang dikumpulkan oleh Abu Bakar Zakaria dalam buku Sang Pionir Kesyirikan, disebutkan bahwa sesungguhnya di balik berhala-berhala itu ada setan yang disembah. Ritual-ritual pagan bukan sekadar penyimpangan teologis, tapi juga pengukuhan jaringan iblis yang membentang di padang pasir Arab.

Ketika cahaya kenabian muncul di Makkah dan Islam mulai membersihkan pusat akidah dari syirik, Rasulullah memerintahkan Khalid bin Walid untuk meruntuhkan simbol-simbol penyekutuan itu. Ia mengutusnya ke Nakhlah. Khalid membawa pedangnya dan menghantam Uzza. Tidak sekali. Tiga kali.

Menurut riwayat Ibnu Abbas, Uzza tidak hanya ditebang secara fisik, tapi juga secara spiritual. Dikisahkan, ketika Khalid memukulnya pertama kali, tidak terjadi apa-apa. Tapi pada pukulan ketiga, keluarlah seorang perempuan hitam, telanjang, meronta dalam jeritan. Khalid memenggalnya.

Lalu ia kembali kepada Rasulullah. “Apakah engkau telah menghancurkannya?” tanya Nabi. “Sudah,” jawab Khalid. “Engkau belum,” kata Nabi. Maka Khalid kembali, dan membabatnya hingga tuntas. Setelah itu, Nabi bersabda, "Itulah Uzza, dan ia tidak akan disembah lagi setelah hari ini."

Baca juga: Raja Duramsyil: Orang Pertama yang Memproduksi Anggur, Musuh Nabi Nuh Penyembah 5 Berhala

Al-‘Uzza, dewa yang dulu dikitari dengan penuh pengagungan, menjadi simbol kematian kepercayaan lama. Ia adalah dewi palsu yang jatuh di tangan keimanan tauhid. Bersama Manat dan Latta, ia membentuk triad berhala wanita yang disinggung bahkan dalam Al-Qur’an: *“Apa pendapatmu tentang Latta dan Uzza, dan Manat yang ketiga, yang paling terakhir?”* (QS An-Najm: 19–20)

Satu demi satu dewa-dewa Arab jatuh. Tapi mereka tidak sekadar mati. Mereka dihapuskan dengan narasi, dengan sejarah, dengan iman. Dan Khalid bin Walid, sang Panglima Pedang Allah, menggoreskan garis keras antara iman dan kekafiran, antara syirik dan tauhid.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
TOPIK TERPOPULER
Terpopuler 0 doa
4 snbt
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)