Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 23 Mei 2026
home masjid detail berita

Syaikh Yusuf Al-Qardhawi: Islam Bukanlah Ajaran yang Labil

miftah yusufpati Kamis, 23 Oktober 2025 - 06:33 WIB
Syaikh Yusuf Al-Qardhawi: Islam Bukanlah Ajaran yang Labil
Syaikh Yusuf al-Qardhawi Foto/Ilustrasi: aljazeera
LANGT7.ID-Di penghujung abad ke-20, saat dunia Islam terpecah oleh berbagai slogan politik dan model negara “berlabel Islam”, Syaikh Yusuf Qardhawi menulis sebuah pengingat keras. “Islam bukanlah ajaran yang labil,” tulisnya dalam Sistem Masyarakat Islam dalam Al-Qur’an dan Sunnah (Citra Islami Press, 1997).

Qardhawi, ulama Mesir yang dikenal moderat sekaligus tajam dalam kritik sosial, menolak keras gagasan bahwa setiap penguasa berhak menafsirkan Islam sesuka hati. “Ada yang menyebut Islam Sudan, Islam Iran, Islam Pakistan, bahkan Islam Qadafi,” tulisnya dengan getir.
“Padahal, Islam tidak disandarkan kepada siapa pun kecuali kepada pembawanya—Muhammad SAW.”

Pesan Qardhawi terasa seperti teguran bagi dunia Muslim pasca-1979: ketika revolusi Iran menyalakan semangat Islam politik, dan berbagai negara mencoba memformulasikan versi Islam masing-masing.

Dalam kekacauan tafsir itu, Qardhawi berdiri di tengah—menyuarakan bahwa syariat Islam punya batas dan kriteria yang jelas, tidak tunduk pada hawa nafsu penguasa atau logika partisan.

Ia menulis, “Masalah-masalah yang tidak qath‘i (aksiomatis) bukan berarti bebas ditafsirkan tanpa landasan. Ada ushul, ada kaidah, ada perangkat ilmu.”

Kalimat itu bukan sekadar nasihat teologis; ia adalah seruan untuk kembali ke disiplin intelektual klasik Islam—ushul fiqih, ushul tafsir, ushul hadits—yang menjaga tafsir dari kekacauan politik.

Islam, Sistem yang Hidup

Qardhawi memandang Islam sebagai sistem hidup, bukan simbol kultural. Ia menegaskan bahwa di tengah keberagaman praktik—dari Sudan hingga Pakistan—ada substansi yang sama: kesatuan akidah, nilai moral, dan arah sosial. “Inilah hal-hal qath‘iyat,” tulisnya, “yang telah meresap dalam kehidupan umat selama empat belas abad.”

Bagi Qardhawi, perbedaan tafsir hukum dan mazhab bukanlah ancaman. Ia justru menyebutnya sebagai “pengayaan khasanah pemikiran Islam”, asal tetap berada dalam kerangka ilmu, bukan kekuasaan.

Lebih dari dua dekade sejak buku itu terbit, kritik Qardhawi terasa tetap relevan. Ketika negara-negara berlomba menampilkan “Islam versi mereka”—dari konstitusi berbasis syariah hingga slogan politik—pesan Qardhawi tetap menohok: Islam tidak butuh embel-embel nasional atau ideologis. Islam cukup disebut dengan satu nama: *Islam itu sendiri.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 23 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)