Arab Saudi Kecam Keras Pernyataan Sembrono Duta Besar Amerika Serikat Terkait Wilayah Israel
tim langit 7Senin, 23 Februari 2026 - 06:30 WIB
LANGIT7.ID-Jakarta; Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada hari Sabtu secara tegas mengutuk dan menolak pernyataan Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee. Dubes tersebut dinilai bertindak "sembrono" karena mengisyaratkan bahwa Israel memiliki hak biblika atas sebagian besar wilayah Timur Tengah.
"Kerajaan menegaskan penolakan kategoris atas pernyataan yang tidak bertanggung jawab tersebut. Ucapan itu merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional, Piagam PBB, serta norma-norma diplomatik yang telah ditetapkan," ungkap pihak kementerian. "Pernyataan semacam itu menciptakan preseden berbahaya, apalagi dikeluarkan oleh pejabat resmi Amerika Serikat, dan mencerminkan pengabaian terhadap hubungan istimewa antara negara-negara di kawasan dengan Amerika Serikat."
Pihak kementerian luar negeri pun mendesak agar Departemen Luar Negeri Amerika Serikat segera memberikan klarifikasi mengenai posisi mereka terkait retorika tersebut.
Huckabee, yang merupakan mantan pendeta Baptis sekaligus pendukung setia Israel, melontarkan ucapan itu saat berbicara di podcast milik komentator sayap kanan, Tucker Carlson.
Dalam episode yang dirilis pada hari Jumat, Carlson mendesak Huckabee mengenai makna dari sebuah ayat biblika yang terkadang ditafsirkan bahwa Israel berhak atas tanah di antara Sungai Nil di Mesir hingga Sungai Eufrat di Suriah dan Irak.
Menanggapi hal itu, Huckabee mengatakan: "Tidak masalah jika mereka mengambil semuanya."
Namun, saat ditekan lebih lanjut, ia kemudian berdalih bahwa Israel "tidak meminta untuk mengambil semua itu," sembari menambahkan: "Itu tadi hanyalah sebuah pernyataan hiperbolis."
"Retorika ekstremis ini membawa konsekuensi serius dan mengancam perdamaian serta keamanan internasional. Hal ini dapat memicu permusuhan dari negara-negara dan rakyat di kawasan, serta merusak fondasi tatanan internasional—sebuah tatanan yang dibangun bersama oleh bangsa-bangsa untuk mengakhiri perang yang merenggut jutaan nyawa, yang menjunjung tinggi penghormatan terhadap batas geografis dan kedaulatan wilayah negara," tegas kementerian luar negeri Arab Saudi dalam pernyataannya.
Pihak Kerajaan menambahkan bahwa satu-satunya jalan menuju perdamaian yang adil dan menyeluruh adalah dengan mengakhiri pendudukan Israel berdasarkan solusi dua negara. Hal ini termasuk pembentukan negara Palestina yang merdeka sesuai perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.