LANGIT7.ID, Jakarta - Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) Mahasiswa Perguruan Tinggi Kegamaan Islam (PTKI) ke-1 dipusatkan di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Aceh. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Suyitno mengatakan Aceh bukan saja dikenal 'Serambi Makkah', tetapi sebagai serambinya ilmu pengetahuan.
Menurut dia, ulama-ulama besar beserta cendekianya lahir dan menyebarkan ilmunya di Tanah Rencong. “Tokoh-tokoh besar dari berbagai bidang keilmuan lahir di tanah Aceh, ini salah satu alasan OASE I ditempatkan di Aceh, agar Aceh menjadi kiblat ilmu pengetahuan,” ujar Suyitno dalam keterangannya, Jumat (19/11/2021).
Dalam kesempatan tersebut, Suyitno mengingatkan bahwa para mahasiswa di UIN, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) maupun di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) sejatinya sudah memiliki bekal atau modal awal ilmu eksakta, atau duniawi. Sehingga, ia diharapkan mampu bersaing dengan para mahasiswa lain dari perguruan tinggi umum lainnya,
Baca Juga: Pendis: Kejayaan Peradaban Islam Ditandai dengan Pesatnya Iptek “PTKI sudah memiliki modal awal, pertama ilmu duniawi, PTKI mampu menyeimbangi perguruan tinggi umum pada lainnya,” ujar dia.
Kedua, lanjut Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang ini, PTKI sedari dahulu mengedepankan ilmu-ilmu masa depan, alias ilmu yang bertendensi ke akhirat, hal ini tentu menjadi nilai plus dalam diri mahasiswa tersebut, “Ini potensi yang luar biasa, keduanya hanya bisa didapatkan di PTKI kita. Pilihlah PTKI maka anda semua akan mendapat keduanya,” katanya.
Baca Juga: Kemenag Siapkan Hampir 2 Ribu Pendamping Produk Halal Pria kelahiran Tulung Agung itu berharap, OASE I yang merupakan kegiatan nasional kedua setelah PWN di UIN Raden Fatah Palembang dengan mendatangkan peserta terbanyak masa pandemi ini selalu menjaga dan tidak lengah terkadap protokol kesehatan, “Ini mereupakan gelaran Nasional PTKI kedua setelah PWN di Palembang lalu, saya harap seluruh peserta tidak lengah untuk terus menjaga protokol kesehatan,” tuturnya.
Sementara, Rektor UIN Ar-Raniry Aceh, Warul Walidin mengatakan dengan OASE I ini disamping sebagai ajang silaturahmi nasional diharapkan mampu untuk memacu dan mendorong para PTKI dan khususnya para Dosen untuk memotivasi mahasiswanya dalam meningkatkan kompetensi di bidang Agama, Sains dan Riset serta kemampuan inovatif lainnya.
Baca Juga: Cara Kiai Maung Sentuh Hati Preman dan Anak Jalanan, Ajak Kembali ke Jalan Hidayah“Segenap civitas akademika UIN Ar-Raniry Aceh mengucapkan terimakasih atas amanah perdana dan terhormat kepada UIN Ar-Raniry sebagai tuan rumah OASE perdana, Ini sebagai wujud kepercayaan dan peneguahan bahwa Acah dijadikan pusat keagamaan dan keilmuan di Indonesia,” tuturnya.
Mewakili Gubernur Aceh, Kepala Dinas Syariat Islam Provinsi Aceh, Ali Daar menyampaikan menjadi sebuah kebanggan, Aceh mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah OASE I. Gelaran ini sangat layak untuk didukung bersama sebagai wujud menciptakan cendekia muda akan terpacu untk tampil dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan ilmu agama.
“Kalau kita mampu menguasai pengetahuan yang baik niscaya kita akan mampu menciptakan inovasi yang unggul dalam menjawab berbagai tantangan zaman, selamat dan sukses OASE I PTKI se-Indonesia,” ujarnya.
Baca Juga: Pandemi Belum Berakhir, Kepatuhan Pakai Masker Harus Ditingkatkan(zhd)