LANGIT7.ID, Jakarta - Belanda mendeteksi adanya 13 kasus varian baru Covid-19 yakni B.1.1.529 atau Omicron pada Ahad (28/11). Hal tersebut disampaikan Institut Nasional Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Belanda (RIVM).
Otoritas kesehatan Belanda itu menyatakan 624 penumpang yang terinfeksi varian Omicron datang dari Afrika Selatan ke Belanda pada Jumat.
Baca juga:
WHO: Tingkat Penularan Varian Omicron Belum Terbukti"Para penumpang dites di Bandara Schiphol dan 61 di antaranya dinyatakan positif Covid-19. Sampel tes ini dikirim ke RIVM National Institute for Public Health and the Environment untuk analisis lebih lanjut guna mendeteksi jenis varian virus Covid-19," bunyi pernyataan RIVM.
"Hasil awal dari genome sequencing menunjukkan varian Omicron (B.1.1.529) pada 13 sampel dari tes positif. Sequencing belum selesai. Kemungkinan varian baru akan ditemukan di lebih banyak sampel tes," lanjut pernyataan RIVM.
Seperti diketahui, varian baru ini pertama kali terdeteksi pada 12-22 November sebelum diumumkan pada Kamis. Para ilmuwan Afrika Selatan juga menuturkan varian Omicron memiliki beberapa mutasi dan dapat membawa resiko infeksi ulang kepada para penyintas Covid-19.
Baca juga:
Soal Ancaman Omicron, Jokowi: Antisipasi dan Mitigasi Sedini MungkinTak hanya di Afrika Selatan, varian Omicron juga terdeteksi di Botswana dan Hong Kong. Terbaru, Prancis dan Australia melaporkan kasus serupa.
Saat ini, beberapa negara di seluruh dunia telah melarang penerbangan dari negara-negara di selatan Afrika, menyusul kekhawatiran gelombang varian baru. Mulai dari Afrika Selatan, Namibia, Botswana, Zimbabwe, Mozambik, Lesotho, dan Eswatini. (Sumber: Anadolu Agency)
(sof)