Kemenag Perkuat Literasi Berbasis Masjid untuk Kelompok Difabel
fajar adhityaAhad, 12 Desember 2021 - 23:12 WIB
Gedung Kemenag di Jalan MH Thamrin. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID, Jakarta - Direktorat Urais Binsyar Kementerian Agama (Kemenag) terus berupaya memerkuat literasi masyarakat melalui penerbitan dan distribusi buku keagamaan kepada masjid dan mushalla. Program penguatan literasi berbasis rumah ibadah juga ditujukan untuk anak-anak dan kelompok difabel.
Kasubdit Kepustakaan Islam Direktorat Urais Binsyar, Abdullah Al Kholis menyatakan, sejak 2016 lalu Subdit Kepustakaan Islam melakukan program peningkatan layanan pustaka keagamaan yang berfokus di masjid dan mushalla. Salah satunya dengan melakukan penerbitan atau penggandaan buku-buku keagamaan.
"Harapannya agar masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga menjadi pusat ilmu pengetahuan bagi umat Islam, termasuk di dalamnya kajian keagamaan yang bermutu," kata Kholis dikutip Ahad (12/12/2021).
Peningkatan literasi tidak hanya kepada masyarakat dewasa secara umum, tapi akan merangkul anak-anak usia dini dan kaum difabel dengan buku keagamaan yang telah disesuaikan bagi mereka. Misalnya dengan buku komik atau kartun animasi.
"Sementara untuk kaum difabel nanti diajarkan untuk membaca buku keagamaan yang dilengkapi huruf braille," ujarnya.
Selain penerbitan buku secara fisik, Kholis menyatakan, pembuatan buku digital juga penting mengingat saat ini perkembangan teknologi semakin pesat dan mayoritas masyarakat menggunakan gawainya untuk beraktivitas.
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”