LANGIT7.ID - Salatiga - Perusahaan furnitur dari Salatiga, CV Lambiance, siap memfasilitasi santri di sejumlah pondok pesantren (Ponpes) di bawah Nahdlatul Ulama (NU) untuk menjadi santripreneur di bidang furniture.
Pemilik CV Lambiance Edi Suwito mengatakan, pihaknya sudah mengaktifkan program pemberdayaan masyarakat di lingkungan pondok pesantren yang melatih para santri dalam produksi, marketing, inovasi sampai logistik dalam industri furniture sejak tiga bulan lalu. Tujuannya agar para santri mampu membangun sentra produksi furniture berorientasi ekspor.
Baca juga: Ustaz Yusuf Mansur: Santri Harus Jadi Duta Muslim“Sekaligus bisa memberdayakan para alumni atau masyarakat di sekitar pondok pesantren masing-masing pascapelatihan ini,” kata Edi Suwito, dalam keterangan tertulis.
Para santri akan diberikan pengenalan mesin-mesin dasar selama 2-5 minggu, selama masa ini disiapkan makan 3 kali, dan tempat tinggal juga disiapkan bagi santri yang dari luar kota.
Setelah pengenalan, para santri akan diberikan job order dan dibayar seperti pekerja biasa, sembari terus berlatih didampingi instruktur perusahaan selama 6 bulan.
Lebih jauh Edi menyampaikan, pihaknya juga akan mengusahakan koneksi agar para santri bisa mendapatkan permodalan awal pascapelatihan, di antaranya melalui beberapa organisasi yang menyalurkan bantuan UMKM, ada berupa pinjaman lunak dengan suku bunga 3 % per tahun. Bahkan, perusahaannya siap melakukan take over jika diperlukan.
“Saat ini kami sudah menampung sekitar 10 pondok pesantren sebagai uji coba dan hasilnya menurut saya luar biasa. Salah satunya adalah Pondok Pesantren Fathul Huda Karanggawang Sayung Demak,” kata dia.
Sekadar diketahui, CV Lambiance sudah memproduksi dan mengekspore furniture sejak 25 tahun lalu dan terus bekerja menggiatkan ekspor produksi anak negeri ke mancanegara meski sempat terkena imbas Covid-19 tahun lalu.
Sempat terkena imbas akibat pandemi Covid-19, kini perusahaan bergeliat lagi, setelah antusiasme buyer dari manca negara yang membutuhkan suplly baru untuk memulai aktivitas mereka. Para buyyers kini mulai menaikkan order untuk suplai tahun depan.
Penghubung pondok pesantren dengan CV Lambiance, T Arief Fathul Huda menegaskan, meski sudah banyak pihak yang ingin menitipkan santri di perusahaan tersebut, atas permintaan dari pemilik CV Lambiance, sementara ini hanya fokus bagi santri yang belajar agama di pondok pesantren di bawah naungan NU.
“Tentunya bagi santri yang belajar menjadi wirausahawan di sana, tetap menjadikan lokasi perusahaan seperti ketika mereka di pondok, dengan tetap mengaji karena ada mes. Etika santri wajib dijalankan. Beliau senang dengan adab santri yang belajar di sana, “ kata Arief.
Baca juga: Begini Cara Mendidik Santriwati di Pondok PesantrenSantri di Pondok Pesantren Fathul Huda, Karanggawang Sayung Demak ini menyampaikan, pemilik CV Lambience ini merupakan orang non muslim. Akan tetapi beliau peduli dengan lingkungan pondok pesantren, baik kepada santri yang tengah mondok, maupun yang sudah lulus.
“Saya angkatan kedua di CV Lambience. Angkatan saya ada 5 orang, dari Fathul Huda, Sulubuss Salam Demak, dan dari pondok pesantren di Kota Semarang dan Guntur Demak. Rata-rata teman dari Banser dan Ansor, “ ucapnya.
(est)