LANGIT7.ID - Di Indonesia, Hari Ibu diperingati setiap 22 Desember. Tanggal tersebut bertepatan dengan peristiwa Kongres Perempuan I di Yogyakarta pada 22 Desember 1928. Peristiwa itu merupakan awal kebangkitan gerakan perempuan Indonesia sebelum kemerdekaan RI.
Di berbagai belahan dunia, Hari Ibu ternyata juga dirayakan di banyak negara. Termasuk negara-negara Islam. Lalu, bagaimana pandangan ulama dunia terkait perayaan Hari Ibu?.
Guru Besar ilmu fikih dan ushul fikih Universitas Imam Muhammad bin Saud, Syekh Khalid Al-Mushlih, menilai memperingati Hari Ibu tidak ada masalah. Hari itu merupakan momentum bagi para anak untuk membahagiakan hati seorang ibu.
Baca Juga: Lagu Bunda Milik Melly Goeslaw Selalu Sukses Buat Orang Menitikkan Air Mata
"Itu tidak masalah, selama di situ tidak disengajakan dengan suatu perbuatan yang tidak membuatnya bermanfaat, dengan artian bahwa hari itu saja yang dispesialkan bagi ibu, dan tidak menspesialkan dan mengingat-ingat hak-hak keibuan di hari-hari yang lainnya," kata Syekh Khalid, dikutip akun instagram @shahih.muslim, Rabu (22/12/2021).
Syekh Khalid mengatakan, perayaan Hari Ibu merupakan tradisi yang baik. Ini karena bisa menjadi pengingat bagi para anak terhadap jasa-jasa seorang ibu.
"Tidak diragukan, jika dengan bentuk tadi, jika perayaan itu pun sifatnya tradisi, untuk memperingati manusia perihal hak-hak keibuan, maka itu semacam tradisi yang tidak ada masalah," ucapnya.
Senada dengan Syekh Khalid, Syekh Yusri Jabr Al-Hasani, ulama ahli hadis dan ahli fiqih mazhab Syafi'i di Universitas Al-Azhar, menilai Hari Ibu merupakan tradisi baik, karena memuliakan ibu.
Dia menyebut banyak anak yang memiliki kesibukan yang kadang membuat mereka lupa terhadap jasa-jasa ibu. Ada pula anak yang tinggal jauh dari ibu, seperti merantau dan lain sebagainya.
"Itu karena kesibukan di kehidupan. Maka dibuatlah Hari Ibu, untuk mengingatkannya, berkumpul bersamanya, memberinya hadiah, membahagiakannya," ucapnya.
Maka dari itu, dia menyimpulkan peringatan Hari Ibu termasuk perbuatan baik. Meskipun hal yang wajib adalah berbuat baik kepada ibu setiap saat, setiap detik, setiap menit, dan setiap hari.
"Maka itu termasuk berbuat baik, meskipun yang wajib ialah memperingatinya setiap hari. Akan tetapi, dikarenakan tabiat massa dan kesibukan orang-orang, maka mereka tidak dapat melakukan itu. Jadi, Oke kita ambil satu hari, tidak ada masalah," ucapnya.
(jqf)