LANGIT7, Jakarta -
Psikolog anak dan
remaja dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia, Vera Itabiliana Hadiwidjojo mengatakan, berbeda dari orang dewasa. Kecemasan yang dialami remaja bisa berkali-kali lipat dibandingkan usia dewasa.
Oleh karena itu, tidak perlu heran saat melihat remaja merasa seperti langit sedang runtuh hanya gara-gara salah memilih baju atau salah mengenakan sesuatu. Bila orang dewasa menyebutnya berlebihan, maka pada remaja ini hal biasa.
Baca Juga: Tips Agar Anak Usia Remaja Nyaman Curhat ke Orang Tua"Secara ilmiah ada hormon THP dalam tubuh yang ketika kita cemas hormon ini akan keluar dan meredakan cemas itu. Tapi di remaja, entah kenapa hormon bekerja sebaliknya. Jadi ketika cemas hormon ini melipatgandakan," kata dia dalam sebuah konferensi pers virtual, Selasa (11/1/2022).
"Jangan heran lihat remaja salah pilih baju kayak langit runtuh. Kita suka bilang
lebay buat mereka enggak," tuturnya.
Para peneliti dalam studi yang dipublikasikan jurnal Nature Neuroscience beberapa waktu lalu juga menyebutkan, hormon THP yang bisa menenangkan anak-anak dan orang dewasa. Akan tetapi, hal tersebut justru membuat remaja lebih cemas.
Baca Juga: Hilangnya Momen Wisuda Kala Pandemi, Berdampak Secara Psikologis pada RemajaTHP yang juga mempengaruhi suasana hati ini juga dapat membuat remaja lebih cemas dengan memblokir reseptor GABA. Di sisi lain, pengalaman pertama juga bisa membuat seorang remaja mengalami cemas dan stres, termasuk UTBK-SBMPTN yang bagi sebagain mereka suatu gerbang menuju tahapan jenjang pendidikan selanjutnya.
"Jangankan ujian, tugas juga cukup membuat mereka
stres. Setiap kali mereka dievaluasi, dinilai kemampuannya itu bikin stres, apalagi UTBK. UTBK itu suatu gerbang untuk anak-anak ini masuk ke tahapan selanjutnya," ungkapnya.
Baca Juga: Manfaat Puasa Senin Kamis Bisa Jadi Pengendali StresMenurutnya, pada remaja masih lebih dominan emosi sehingga membutuhkan waktu untuk menenangkan emosinya. Hal ini dipengaruhi
prefrontal cortex yang belum optimal.
Vera mengatakan, mereka yang cenderung terlihat mudah cemas dan stres yakni remaja dengan kemandirian dalam berpikir kurang terlatih. Sselalu mudah dalam menjalani hidupnya sehingga menjadi kurang tangguh dan tak terbiasa mempunyai rencana cadangan atau
back up plan.
Baca Juga:
Vaksinasi Covid-19 Tidak Berdampak Gangguan Menstruas
Tips Keren Bermain Bersama Anak, Agar Orang Tua Jadi Idola(asf)