Puasa Ramadan telah berakhir dan umat muslim di seluruh dunia merayakan Idul Fitri untuk merayakan kemenangan dan kemurahan Allah SWT. Namun, tidak banyak yang menyadari
Bulan Ramadhan telah berlalu, kini umat Islam memasuki bulan baru, Syawal. Bulan ini memiliki keistimewaan tersendiri, di mana terdapat rangkaian ibadah sunah
Puasa enam hari pada bulan Syawal memiliki keutamaan yang istimewa. Namun, manakah yang harus didahulukan puasa sunnah enam hari Syawal atau mengganti puasa Ramadhan
Puasa enam hari di bulan Syawal memiliki keistimewaan yang sayang untuk dilewatkan. Puasa ini sudah boleh dilakukan mulai 2 Syawal. Puasa Syawal merupakan rangkaian ibadah
Selain buka puasa bersama setiap Senin dan Kamis, masjid tersebut juga menggelar program atau aktivitas keagamaan lainnya, yakni pengajian rutin tiga kali dalam sepekan.
Sepekan usai Idul Fitri, masyarakat Jawa biasanya memiliki tradisi untuk merayakan Lebaran Ketupat. Namun hari raya ini bukan bagian dari ajaran Islam.
Umat Islam berbondong-bondong puasa 6 hari pada bulan tersebut untuk mendapat keutamaan-keutamaan yang dijanjikan oleh Allah. Namun kerap kebingungan saat mendapat undangan makan-makan, padaha tengah berpuasa syawal.
Ustaz Abdul Somad (UAS) menjelaskan, puasa Syawal dan puasa qadha Ramadhan tidak dapat digabungkan. Dia menyampaikan pendapat Imam Zakariya yang dikutip Imam Athiyah Shaqar yang disebutkan dalam kitab Fatwa Al-Azhar.
Syawal bukan berarti pesta membuka keran secara keseluruhan. Namun, Syawal menjadi lanjutan untuk mengontrol diri sekaligus membuktikan hasil didikan saat Ramadhan.