Menurut Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini Buya Anwar Abbas, Buya Syafii adalah tokoh intelektual yang langka di Indonesia. Dia dikenal sebagai tokoh yang berintegritas, tidak haus harta dan kekuasaan.
Pemilik usaha harus menghargai orang yang sedang berpuasa, di saat yang bersamaan orang berpuasa juga mesti menghargai satu sama lain. Pihak-pihak tertentu agar tidak melakukan sweeping terhadap tempat-tempat makan yang buka siang hari saat Ramadhan.
Menurut dia, logo Halal Indonesia versi BPJPH tidak bisa menampilkan substansi syariat halal dalam Islam. Apalagi bila ingin memadukannya dengan kebudayaan nasional.
Wakil Ketua Umum MUI menyebut sekolah islam juga non pesantren juga memiliki potensi ekonomi syariah. Ia menjadi mencontohkan salah satunya adalah SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru yang sistemnya perlu diduplikasi ke sekolah lain untuk pengembangan ekonomi syariah.
M Kace, kata dia, sangat tidak etis dengan pernyataan yang menjelek-jelekkan Islam. Buya melihat, diksi yang disampaikan Kace secara sadar merupakan pernyataan kebencian.
Sudah tugas dan kewajiban para rezim, yakni tidak boleh menyimpang dari Pancasila dan UUD 45. Jika menyimpang, berarti mereka telah melakukan penghianatan.
Buya Anwar menjelaskan, yang dimaksud mengikuti iman ialah berikhtiar semaksimal mungkin dan bertawakkal. Mendekatkan diri kepada Sang Mahapencipta dengan menjaga ibdah wajib, mebguatkan amalan sunnah, dzikir dan doa.
Anwar menekankan, agenda keberpihakan BSI pada keadilan harus benar-benar dijalankan. Termasuk membina usaha-usaha kecil yang selama ini dinilai tidak bank-able.