Setiap orang tua tentu menginginkan yang terbaik buat anak, begitupun sebaliknya. Akan tetapi, terkadang anak memiliki jalan yang salah untuk mencapai hal tersebut. Meskipun begitu, tujuan mulia yang menjadi penyebab mereka melakukannya dapat membuat hati jadi iba.
Dengan memaafkan, seseorang dapat melepaskan segala emosi negatif agar tidak berlanjut terlalu lama. Hal ini menjadi baik karena pada prosesnya individu mengubah emosi negatif seperti rasa marah, dendam, tersinggung menjadi emosi positif.
Lebaran, bagi umat Islam, dianggap sebagai momentum paling tepat untuk saling memaafkan. Dengan harapan kembali ke nilai-nilai yang fitri. Walaupun sejatinya saling memaafkan bisa dilakukan kapan saja, tanpa harus menunggu bulan Syawal.
Maaf memaafkan saat Hari Raya Idul Fitri menjadi tradisi umat Islam di Indonesia. Dalam Islam hukumnya adalah mubah (boleh), tidak sunah, namun juga tidak dilarang.
Ramadhan merupakan momen terbaik untuk memaafkan diri dari kekeliruan selama ini. Berbagai kesalahan tersebut dikhawatir dapat menimbulkan psikosomatis.
Pertemuan penuh haru bahagia, tidak ada dendam, tidak ada amarah. Hanya ada kata saling memaafkan dan kebaikan dalam pertemuan ini. tulis akun tersebut dalam keterangannya.
Memaafkan orang lain adalah wujud kebesaran jiwa. Memaafkan bukan berarti melupakan tapi memberi kesempatan kepada diri sendiri menghapus rasa kesal dan dendam.