Menanggapi itu Wakil Ketua Majelis Tabliqh PP Muhammadiyah periode 2015-2022, Fahmi Salim meminta seorang Pemimpin menyontoh gaya kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab.
Ustadz Adi Hidayat (UAH) membeberkan satu amalan paling ampuh menghapus dosa seorang hamba. Bahkan, hamba itu bisa masuk surga tanpa hisab, seperti sahabat Umar bin Khattab.
Sahabat Umar bin Khattab pernah menemui kasus aneh ketika menjabat kekhalifahannya. Cerita ini mungkin mirip dengan cerita-cerita film di kalangan masyarakat.
Umar bin Khattab memiliki cara khusus dalam mengatur perekonomian untuk kepentingan umat. Dia menggunakan sistem kesejahteraan Islam yang diajarkan Nabi SAW.
Saat menaklukkan Al-Quds, Umar Bin Khattab sangat memperhatikan hak umat Kristiani. Dia membuat perjanjian akan melindungi gereja dan berikut segenak umat Kristiani.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya, menjelaskan, perubahan kalender dan tahun Islam dimulai pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq wafat.
Umar bin Khattab dikenal sebagai pemimpin yang sangat tegas. Tidak ada toleransi sedikitpun terhadap kebatilan. Saat diangkat menjadi khalifah, dia menindak pejabat yang tak amanah tanpa pandang bulu.
Di bawah kepemimpinan Umar bin Khattab, dia melakukan pengembangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga maju dan membuatnya mampu memfasilitasi kegiatan musafir.
Reshuffle atau penggantian jabatan oleh Kepala Negara terhadap bawahannya pernah terjadi di masa Khalifah Umar Bin Khattab. Kala itu, Khalifah Umar me-reshuffle Khalid Bin Walid.
Menurut Buya Hamka, redaksi ayat di atas bermakna penekanan, ayat keenam merupakan penguat dari ayat sebelumnya. Itu berarti kemudahan pasti akan datang setelah kesulitan.
Sayyidina Umar pun mengancam akan meinggalkan Madinah bila terjadi gempa lagi. Khalifah meyakini, gempa melanda Madinah karena maksiat yang dilakukan penduduknya.