Ekonom Sjafruddin Prawiranegara menilai akar polusi dan kerusakan alam bukan karena banyaknya manusia, melainkan merosotnya moralitas dan hilangnya nilai ketakwaan dalam sistem ekonomi modern yang hanya berorientasi pada keuntungan duniawi.
Ketua Majelis Dikti dan Litbang PP Muhammadiyah menilai pertumbuhan ekonomi hanya bisa kuat jika pemerintah memberi ruang bagi swasta. Ia menyoroti peran negara yang terlalu dominan di pendidikan tinggi, perbankan, dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemerintah meluncurkan Paket Ekonomi 2025 dengan 8 program akselerasi, 4 program lanjutan 2026, dan 5 program unggulan penyerapan tenaga kerja. Stimulus belanja, program magang, HARBOLNAS hingga diskon transportasi Natal dan Tahun Baru disiapkan untuk dorong investasi dan pertumbuhan ekonomi 5,2%.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Wapres Swiss Guy Parmelin sepakat memperkuat kerja sama IE CEPA, investasi, energi terbarukan, kesehatan, hingga UMKM. Swiss sebut Indonesia mitra strategis di Asia.
Aggi Nauval ungkap credit scoring jadi penentu masa depan finansial. Ia peringatkan risiko galbay di P2P lending dan pentingnya menjaga reputasi kredit.
Indonesia tegaskan komitmen dalam Forum Nasional ASEAN Pasca-2025. Bahas hilirisasi, digitalisasi, dan ketahanan ekonomi menuju ASEAN sebagai kekuatan global.
Kebijakan easy money dari Menkeu Purbaya Yudha Sadewa menimbulkan dilema. Likuiditas meningkat, tapi rupiah tertekan. Bagaimana ekonomi syariah bisa jadi solusi stabilisasi?