Islam tak hanya menghadapi tekanan eksternal, tapi juga infiltrasi internal lewat asap bidah. Para dai penyesat kini menyamar, membawa ajaran yang tampak baik namun mematikan dari dalam tubuh umat.
Di tengah banjir informasi keagamaan, terselip peringatan lama dari lisan Nabi tentang sosok dai yang menyeru ke jurang api. Mereka bukan orang asing, melainkan bagian dari kita yang berbicara dengan lisan kita sendiri.
Di tengah tarik-menarik antara ketat dan longgar, Yusuf al-Qardhawi mengingatkan: Islam bukan agama kemuraman, tapi keseimbanganantara sujud dan senyum, antara makna dan kebebasan yang beretika.
Tidak ada perselisihan di antara para ulama tentang kekafiran orang yang mencela Aisyah setelah turunnya ayat pembebasan dalam surat An-Nur, tulis Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya.
Jika Nabi Muhammad SAWmanusia terbaik dan paling dekat kepada Allahmasih mendirikan shalat hingga ajal menjemput, bagaimana mungkin ada manusia biasa yang merasa dirinya tak perlu lagi beribadah?
Islam datang membawa keseimbangan antara dunia rohani dan dunia nyata, antara akal dan rasa. Itu pula sebabnya, para sufi yang lurus selalu berjalan di atas timbangan Al-Quran dan Sunnah.
Muhammadiyah memiliki pandangan hati-hati dalam menyikapi bidah, terutama dalam konteks ibadah. Muhammadiyah memandang, tidak semua perkara baru dalam agama dapat dianggap sebagai bidah