Salah satu cara Allah Ta'ala menjaga Al-Qur'an, yaitu dengan menyimpan di dada Nabi Muhammad Saw sebagai utusanNya kemudian di dalam dada umat Nabi Muhammad sebagai hambaNya.
Menurut sebagian ulama fikih, terutama para Imam Madzhab berpendapat bahwa untuk menyentuh Al-Qur'an seseorang dibutuhkan untuk berwudhu terlebih dahulu. Namun sebagian berpendapat tidak perlu.
Sedekah dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun. Bahkan hanya memberikan ekspresi wajah senyum kepada orang lain juga termasuk sedekah. Jadi sedekah tak hanya bersifat materi, namun juga berupa tenaga seperti membantu orang lain.
Tak jarang kaum muslimin kerapkali mengeluh akan rezeki Allah yang dianggap tak kunjung datang. Padahal tanpa disadari menghirup oksigen secara gratis pun merupakan bentuk rezeki yang Allah berikan.
Dalam tafsir Al-Mukhtashar dijelaskan, jika seorang hamba bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat-Nya yang telah diberikan, maka Allah menambah nikmat dan karunia-Nya.
Sebagai pedoman hidup umat muslim, Al-Qur'an mengatur kehidupan umat muslim sehari-hari beserta larangan-larangan besar yang dilaknat Allah SWT. Menghilangkan nyawa seseorang yang tidak bersalah merupakan satu di antaranya.
Seorang umat muslim yang beriman dan taat akan perintah Allah memiliki ciri hati yang lembut, karena hati yang lembut akan menimbulkan segala tutur kata serta sifat yang baik. Hal tersebut merupakan cerminan keindahaan agama Islam.
Pendakwah muda, Ustaz Syamsudin Nur Makka menjelaskan terkait surat Al-Baqarah ayat 74 di atas. Ia menuturkan, hati manusia bisa lebih keras daripada batu dan sulit untuk diubah karakteristiknya.
Tafsir Surah Al Maun tentang salat menjadi pedoman bagi umat Islam. Ibadah ini merupakan rukun dari Arkanul Islam yang tidak boleh ditinggalkan sama sekali.
Sebagian harta yang disisihkan untuk berzakat akan dicatat sebagai amalan penyelamat di hari akhir kelak. Seorang mukmin yang menunaikan amalan tersebut juga akan diampuni dosa-dosanya, sebagaimana firman Allah dalam surat At-Taubah ayat 103.