Komunitas pecinta sesama jenis kini kian marak di seluruh penjuru dunia dengan slogan cinta adalah cinta. Fenomena ini sangat bertentangan jauh dari ajaran Islam.
Islam mengatur segala tata cara dan aturan berkehidupan yang baik dalam segala aspek, termasuk aturan dalam sebuah pernikahan. Lantas bagaimana Islam menyikapi pernikahan lintas agama?
Syekh Wahbah az-Zuhaili menjelaskan dalam tafsir Al-Wajiz bahwa orang-orang yang beriman dilarang mengambil harta selain milik kalian dengan cara yang diharamkan syariat, sepeti riba, judi, memalak, dan menipu.
Al Baqarah ayat 255 atau ayat kursi merupakan merupakan ayat paling agung dalam Al-Quran dengan keutamaan yang luar biasa dan mendatangkan kebaikan bagi yang membacanya.
Setiap manusia tidak luput dari ujian, baik ujian menyenangkan maupun ujian kesulitan yang membuat manusia berkeluh kesah. Pada sejatinya, ujian merupakan cara Allah SWT menaikkan derajat hamba-Nya, apakah dengan ujian itu manusia menjadi mulia atau hina.
Surat Al-Kautsar diberikan kepada Rasulullah SAW, karena itu baginda Nabi memiliki keutamaan dan keistimewaan dibandingkan dengan nabi-nabi pendahulunya.
Syekh Wahbah az-Zuhaili dalam tafsirnya mengatakan bahwa orang-orang yang beriman, dilarang melanggar ketentuan ibadah haji. Di antaranya segala yang telah diatur oleh syariat atau segala yang menjadi ketentuan atau tanda suatu ibadah haji atau umrah, baik dari ihram, thawaf atau sai.
Berdasarkan surah Al-Maidah ayat 32 di atas, sangat jelas Allah melaknat orang yang melakukan pembunuhan dan bertentangan dengan konsep agama Islam yang menebarkan kebaikan dalam berbagai aspek kehidupan.
Di dalam ayat keempat tertulis celakalah bagi orang-orang yang salat. Apa maksud celaka bagi yang melaksanakan salat? Berikut tafsir surat Al-Ma'un ayat keempat.
Surat Maryam merupakan surat ke-19 dalam Al-Qur'an dan terdiri atas 98 ayat. Surat ini termasuk golongan Makkiyah. Dinamakan Maryam karena surat ini mengandung kisah seorang wanita, yaitu Maryam yang merupakan ibu dari Nabi Isa alaihissalam (AS).
Menurut Tafsir Al-Muyassar Kementerian Agama Saudi Arabia, Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas kewajaran dan melampaui batas dalam makanan dan minuman dan hal lainnya.