Kisahnya bermula dari mimpi Nabi Ibrahim yang diperintahkan Allah untuk menyembelih putranya, Ismail. Maka Nabi Ibrahim pun menyampaikan mimpinya tersebut kepada anaknya.
Dalam Al-Qur'an dijelaskan bahwa salah satu ciri orang bertakwa, yakni menafkahkan sebagian dari harta yang dimiliki. Tentu saja harta yang dikeluarkan harus diniatkan dengan ikhlas, karena Allah menilai keikhlasan seseorang.
Menurut Syekh Sulaiman Al Asyqar, ayat ini menjelaskan bahwa Adam dan Hawa mengaku berbuat salah. Keduanya mengaku telah menganiaya diri sendiri dengan terjerumus melanggar larangan Allah.
Ibnu Katsir menuturkan bahwa Adam ditunkan di Sirnadib India, sedangkan Siti Hawa diturunkan di Jeddah. Keduanya kemudian dipertemukan oleh Allah setelah Adam berdoa memohon ampun kepada Allah.
Dalam ajang The American International Tibyan Competition for the Quran and Its Recitations itu, Jihan harus puas di posisi kedua, meski selisih poinnya sangat kecil dari juara pertama hafizah dari Mesir.
Pihak panitia menyediakan 1000 peserta sesuai dengan kapasitas auditorium. Mereka bukan hanya mahasiswa dan civitas UII, namun juga dari kalangan masyarakat umum.
Shalat dan qurban, menurut Ibnu Jarir, merupakan tanda syukur atas segala pemberian Allah kepada hamba-Nya. Tak ada yang dapat menandingi kebaikan yang diberikan Allah.
Menurut Ibnu Katsir, nasihat melaksanakan amar ma'ruf nahi munkar dalam realitas sehari-hari pasti mendapat gangguan dan orang lain. Oleh karena itu Luqman menasehati anaknya agar bersabar terhadap gangguan orang lain yang menyakiti hatinya.
Menurut Buya Hamka, redaksi ayat di atas bermakna penekanan, ayat keenam merupakan penguat dari ayat sebelumnya. Itu berarti kemudahan pasti akan datang setelah kesulitan.
Haji termasuk salah satu ibadah spesial yang diperintahkan Allah SWT. Kewajiban menjalankan haji ditujukan bagi umat Islam yang mampu dari berbagai kesiapan.
Menurut Ibnu Katsir, lafaz 'amalan sebagai amalan yang yang baik (ahsan) ialah sebaik-baik amal bukan sebanyak-banyaknya amal. Artinya amal yang berkualitas lebih diutamakan ketimbang kuantitas dan banyaknya amalan.
Menurut Ibnu Katsir, ayat tersebut menjelaskan tentang penyaksian Allah terhadap orang-orang yang memakmurkan masjid. Salah satunya terhadap orang yang rajin shalat berjamaah di Masjid.