LANGIT7.ID, Jakarta -
Haji termasuk salah satu ibadah spesial yang diperintahkan Allah SWT. Kewajiban menjalankan haji ditujukan bagi
umat Islam yang mampu dari berbagai kesiapan.
Dalam Al Quran Surat Ali Imran ayat 97 Allah SWT memerintahkan ibadah haji bagi hamba-Nya yang mampu. Dijelaskan ada tempat-tempat mulia yang dikunjungi jemaah haji, di antaranya maqam Ibrahim. Serta ketegasan Allah bahwa tidak membutuhkan apapun dari hamba-Nya.
Berikut redaksi Surat Ali Imran ayat 97
فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا ۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ
Artinya: Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.
Baca Juga: Sejarah Syariat Ibadah Haji Sejak Nabi Ibrahim hingga MuhammadMenurut tafsir Jalalain, yang dimaksud maqam Ibrahim adalah batu tempat berpijak Ibrahim sewaktu mendirikan ka'bah. Kedua telapak kaki Ibrahim waktu berdiri meninggalkan bekas hingga sekarang. Oleh karena itu maqam Ibrahim disebut tempat mulia dan umat muslim disunahkan shalat di dalamnya.
Selanjutnya, di ayat tersebut juga Allah SWT menjamin keamanan ka'bah serta orang-orang yang memasukinya. Yakni dari penganiayaan, ancaman pembunuhan dan sebagainya.
Dalam tafsir Kementerian Agama kewajiban haji ditujukan bagi orang-orang Islam yang sudah akil balig dan mampu mengadakan perjalanan ke baitullah. Mereka juga harus memiliki bekal yang cukup bukan hanya untuk dirinya tapi juga keluarga yang ditinggalkan.
Selain itu calon jemaah juga harus mampu secara fisik artinya kondisinya tubuhnya mampu dalam perjalanan dan proses ibadah haji. Juga ada sarana pengankutan yang aman selama perjalanan ke baitullah.
Menurut Syaikh Abdurrahman bin Nashir, Allah SWT akan memberikan petunjuk bagi orang-orang yang patuh dan menunaikan perintah-Nya. Di ayat ini juga ditegaskan ancaman Allah bagi orang yang ingkar dan tidak menunaikan ibadah haji, yakni keluar dari agama. Sebab Allah SWT Maha Kaya dan tidak memerlukan segala sesuatu termasuk ibadah dari manusia, jin, malaikat dan makhluk lainnya di alam semesta.
(bal)