Pondasi penting peradaban Islam adalah ilmu yang dibangun berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah, merentang dari masalah politik, ekonomi, sosial, hingga pendidikan.
Ilmu harus didasarkan pada worldview atau ideologi. Ideologi bangsa ini adalah Pancasila. Sementara, sila pertama Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa.
Ketika orang membaca, dia mestinya belajar bagaimana orang menulis. Jadi, membaca, menulis, dan berdiskusi adalah syarat akademik yang tak bisa ditawar.
Rektor Universitas Darussalam (Unida) Gontor Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, menguraikan akar dari materialisme di bidang pendidikan yang terjadi di tengah masyarakat. Dia menyebut ujung dari sekian banyak persoalan itu adalah masalah ilmu pengetahuan.
Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmi Zarkasyi, menceritakan, Rasulullah SAW membangun peradaban Islam dengan tiga pilar yakni pendidikan, ekonomi, dan gerakan politik.
Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmi Zarkasyi, menjelaskan, makna wasathiyah dalam Islam berbeda dengan moderat ala Barat. Berikut uraiannya.
Indonesia adalah negara majemuk yang terdiri dari beberapa agama. Atas nama toleransi, tak jarang muncul pernyataan bahwa semua agama sama benarnya. Bagaimana Islam memandangnya? Simak jawaban dari Prof. DR. KH. Hamid Fahmy Zarkasy, MA.
Dalam ayat Al Quran yang memerintahkan ukhuwah Islamiyah, Allah Taala mendahuluinya dengan menggunakan sebutan orang beriman. Hal tersebut dikarenakan hanya orang beriman yang mampu mengamalkan ajaran tersebut.
Prof Hamid tidak mempermasalahkan jika orang yang memutuskan childfree adalah nonmuslim. Namun akan menjadi masalah jika childfree dianut oleh seorang muslim.
Ketua Umum Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Prof Dr KH Hamid Fahmi Zarkasyi, menegaskan, Indonesia adalah negara agama. Hal itu bisa dilacak dari perumusan Pancasila yang bersumber dari ajaran Islam.
Ketua Umum Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Prof Dr KH Hamid Fahmi Zarkasyi, menekankan kesadaran berbangsa. Terlebih dalam politik agar mengedepankan adab.
Imam Ibnu Qayyim mengatakan, sesungguhnya hati tidak akan merasakan ketenangan, ketentraman, dan kedamaian melainkan jika pemiliknya berhubungan dengan Allah SWT.