Ia memimpin laut tanpa kehilangan satu kapal pun. Doanya menjaga pasukan, namun maut datang saat ia sendirian. Sejarah mencatat Abdullah bin Qais sebagai laksamana pertama Islam yang gugur jauh dari medan perang.
Dalam surat-suratnya kepada para pejabat, Utsman bin Affan merumuskan etika kekuasaan yang menolak pemerasan, membatasi aparat pemungut pajak, dan menegakkan amanat sebagai fondasi negara yang baru tumbuh.
Utsman bin Affan tercatat sebagai salah satu yang paling awal meninggalkan Mekah menuju Abisinia. Mengapa menantu Rasulullah itu begitu cepat mengambil langkah hijrah? Antara ancaman, cinta, dan harga diri berkelindan dalam keputusan itu.
Sebelum menjadi khalifah yang disegani, Umar bin Khattab adalah pemuda Mekah yang gagah, keras kepala, dan gemar berpacu di gelanggang Ukaz. Di antara debu, syair, dan khamar, sejarah menyiapkan ledakan kesadarannya.
Kisah Zaid bin Amr bin Nufail adalah bagian dari sejarah iman sebelum Islam. Seorang hanif yang menjadi mata rantai antara Ibrahim dan Muhammad, antara langit dan bumi, antara Tuhan dan manusia.
Tak seperti Banu Hasyim yang melahirkan Nabi Muhammad, atau Banu Umayyah yang kelak berkuasa, Banu Taim hidup di tepi sejarah. Tapi dari pinggiran itulah Abu Bakar meniti jalan sunyi menuju panggung sejarah Islam.
Zamzam sumur yang dulu dikatakan muncul karena tangisan Ismail telah lama hilang jejaknya. Dan Abd al-Muttalib hanya punya satu anak lelaki, Harith, untuk membantu tugas yang sungguh berat.
Syaiba dibawa pulang ke Makkah, menunggang unta pamannya. Warga kota menyangka ia budak, dan dari sanalah nama Abd al-Muthalibbudak Muthalibmelekat. Ironisnya, nama itu justru menjadi identitas sejarah yang tak terlupakan.
Sejarah tak pernah mencatat tepuk tangan pertama bagi seorang pendiri kota. Barangkali karena ketika Qushayy bin Kilab mulai menapaki gurun sunyi Makkah, belum ada tapal batas untuk disebut kota.
Pascaperjanjian Hudaibiyah, Rasulullah SAW memanggil orang-orang agar bersiap-siap berangkat melakukan umrah al-qadha (umrah pengganti) yang sebelumnya terhalang.
Kemungkinan besar, asal-usulnya bermula sejak ribuan tahun yang lalu. Yang dapat dipastikan adalah bahwa lembah tersebut dahulu menjadi tempat perhentian kafilah untuk beristirahat, karena terdapat sumber mata air.
Pada saat negara Barat mengalami kemajuan dan sukses menjajah negeri Timur, para pemuda Islam mulai menjauhkan diri dari pemikiran tentang agama secara umum, termasuk risalah Islam dan Nabi Muhammad SAW.
Menurut Haekal, kurangnya pemahaman masyarakat Barat terhadap hakikat ajaran Islam dan sejarah Nabi Muhammad adalah faktor utama yang memicu permusuhan tersebut