Pesantren kilat dirancang untuk membangun mental keislaman anak dan remaja saat ini, kecintaan pada Allah dan Rasul-Nya, keberanian, dan kepercayaan diri.
Al-Quran menyampaikan perintah kewajiban berpuasa dalam Al-Baqarah ayat 183. Tujuan ibadah puasa dalam ayat itu agar orang beriman mencapai tingkatan takwa.
Ustadz Adi Hidayat menekankan, proses belajar dalam Al-Qur'an sangat sempurna. Belajar merupakan salah karakter dasar yang melekat pada nilai-nilai kemanusiaan.
Ketika mengajari anak berpuasa, ada rambu-rambu yang mesti diketahui orang tua. Misalnya tak terlalu memaksakan anak berpuasa, atau tak mengajari sama sekali.
Perintah Rasulullah agar memperbanyak mengingat kematian sejalan dengan upaya pemberantasan korupsi mulai dari diri sendiri, karena kekayaan tak dibawa mati
pesantren merupakan lembaga pendidikan paling terdepan dalam pendidikan akhlak anak. Santri berada dalam nuansa pendidikan selama 24 jam. Setiap aktivitas memiliki keterikatan kuat dengan pendidikan akhlak.
Ke depan, Ali tidak ingin ada madrasah-madrasah, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, Pendidikan Diniyah, dan Pondok Pesantren yang menolak anak berkebutuhan khusus.
Keberadaan sarana peribadatan diharapkan dapat memotivasi para siswa untuk lebih giat dalam beribadah. Sehingga, perlu ditunjang dengan kegiatan yang relevan.
Selain Pendidikan Diniyah Formal, muadalah ijazah juga diberikan kepada Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta dan Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta.
Sebagai seorang dosen di berbagai kampus di Makassar, Ustadz Dasad Latif juga menyampaikan pentingnya pendidikan dari berbagai aspek. Mulai dari aspek agama, sosial hingga kebijakan publik. Menurutnya, pendidikan harus jadi prioritas untuk keluar dari berbagai krisis.